Jakarta, IDN Times - Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Djarot Saiful Hidayat, mempertimbangkan kajian sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) asimetris, dan pemilihan umum (pemilu) proporsional tertutup. Sistem itu dipertimbangkan lantaran dinilai bisa menekan politik uang pada pemilu hingga tindak korupsi.
Djarot mengatakan, biaya politik mahal hingga berpotensi terjadinya politik uang merupakan konsekuensi dari sistem demokrasi Indonesia, yang belakangan mengarah ke liberal dan individualistik.
"Sekarang coba kita hitung biaya yang dikeluarkan oleh kandidat, itu pasti konsekuensi dari demokrasi liberal kita, maka dari pada itu kita tadi bagus sekali Pak Hasyim Asy'ari (Ketua KPU RI) menyampaikan 'kita harus berani balik ke sistem pemilu yang proporsional, yang murni atau tertutup'," ujar dia usai menyerahkan hasil kajian tentang Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) dan visi misi presiden dan kepala daerah Pemilu 2024 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2022).
