Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DPR Dorong Pembentukan Tim Investigasi Dalami Kematian 4 Dokter Magang
Ketua BAM DPR RI Netty Prasetiyani. (IDN Times/Amir Faisol)
  • DPR melalui Netty Prasetiyani Aher mendesak pembentukan tim investigasi transparan guna mengungkap penyebab kematian empat dokter magang dan merumuskan perbaikan kebijakan keselamatan tenaga medis.
  • Netty menyoroti beban kerja tinggi, status tidak jelas, serta lemahnya perlindungan hak dokter magang yang berdampak pada kesejahteraan dan keselamatan mereka selama menjalani program internship.
  • Kementerian Kesehatan diminta melakukan evaluasi nasional terhadap sistem internship, memperkuat supervisi lapangan, dan menyediakan mekanisme pengaduan aman bagi peserta magang di seluruh Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Beberapa dokter muda yang sedang magang meninggal dunia. Ada dokter Myta dan tiga dokter lain di tempat berbeda. Katanya mereka kelelahan dan kerjanya berat sekali. Bu Netty dari DPR bilang harus ada tim untuk mencari tahu kenapa bisa begitu. Sekarang pemerintah diminta memperbaiki aturan supaya dokter muda lebih aman dan tidak sakit lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyoroti kasus meninggalnya sejumlah dokter peserta program internship dalam beberapa waktu terakhir.

Netty mendorong adanya pembentukan tim investigasi yang transparan dan akuntabel guna mengungkap penyebab rangkaian kematian dokter peserta magang tersebut, sekaligus merumuskan perbaikan kebijakan ke depan.

"Keselamatan dokter adalah bagian dari keselamatan pasien. Kita tidak boleh menutup mata. Ini momentum untuk melakukan pembenahan total,” kata Netty kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).

1. Soroti persoalan sistemik yang harus diubah total

Anggota komisi IX dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Netty Prasetiyani Aher. (Dokumentasi Istimewa)

Anggota Fraksi PKS itu menilai, rangkaian kejadian ini harus menjadi alarm untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem internship, khususnya untuk kedokteran di Indonesia.

Sebagai informasi, seorang dokter peserta program internship (magang) bernama dr. Myta Aprilia Azmi meninggal dunia diduga karena beban kerja. Myta merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI) yang menjalani program internship di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi.

Meninggalnya dr. Myta menambah daftar panjang insiden yang juga sempat menjadi sorotan di media, terutama terkait tekanan kerja tinggi dan minimnya perlindungan bagi dokter muda. Kematian para dokter muda ini menjadi perhatian masyarakat luas.

Sebelumnya, tiga dokter internship meninggal dalam tiga bulan terakhir, yakni dokter di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akibat komplikasi campak; dokter yang bertugas di Rembang, Jawa Tengah, dengan dugaan anemia; dan dokter di Denpasar, Bali, akibat komplikasi demam berdarah dengue.

“Ini bukan sekadar musibah, tetapi dapat dimaknai sebagai sinyal adanya persoalan sistemik yang harus segera dibenahi. Para dokter muda tidak boleh menjadi korban akibat sistem yang kurang sempurna,” kata Netty Prasetiyani Aher, Selasa (5/5/2026).

2. Klaim banyak terima aduan jam kerja dokter magang lebih tinggi

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Heryawan (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Netty turut menyoroti ketidakjelasan status peserta magang yang berada di antara posisi sebagai peserta didik dan tenaga layanan kesehatan.

"Kondisi ini berdampak pada lemahnya perlindungan hak, termasuk terkait jam kerja, jaminan kesehatan, serta kepastian kesejahteraan," tutu dia.

Selain itu, Netty juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap sistem supervisi dan pendampingan di lapangan. Program magang harusnya menjadi sebuah proses pembelajaran untuk membangun kompetensi dan kemandirian, bukan menggantikan peran tenaga medis penuh tanpa pengawasan memadai.

“Banyak laporan yang menunjukkan beban kerja tinggi, bahkan melebihi batas, serta minimnya pendampingan. Ini berisiko tidak hanya bagi dokter muda, tetapi juga bagi keselamatan pasien,” kata Netty.

3. Kemenkes diminta melakukan evaluasi total

Anggota komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher. Dokumentasi Istimewa)

Anggota Komisi Kesehatan DPR RI ini pun menyoroti lemahnya sistem pengawasan dan pelaporan terhadap kondisi dokter magang. Netty menyebut masih banyak peserta internship yang enggan melaporkan kondisi kerja yang tidak ideal karena khawatir berdampak pada penilaian dan kelulusan mereka.

Oleh karena itu, ia mendorong Kementerian Kesehatan melakukan evaluasi nasional terhadap wahana internship, memperkuat sistem supervisi, serta memastikan adanya mekanisme pengaduan yang aman.

“Untuk itu, kami mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, untuk segera melakukan langkah konkret,” ujar dia.

Editorial Team