Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kematian Dokter Myta, IKA FK Unsri Ungkap Jam Kerja Tak Manusiawi

Kematian Dokter Myta, IKA FK Unsri Ungkap Jam Kerja Tak Manusiawi
Ilustrasi nakes (ANTARA FOTO)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
  • dr. Myta Aprilia Azmy, dokter internsip dari Universitas Brawijaya, meninggal dunia setelah diduga mengalami beban kerja berlebihan di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.
  • IKA FK Unsri menemukan fakta jam kerja tidak manusiawi tanpa libur, pemaksaan jaga malam meski sakit berat, serta dugaan malpraktik administratif dan intimidasi terhadap dokter internsip.
  • IKA FK Unsri mendesak Kemenkes dan KKI melakukan audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif serta menuntut pertanggungjawaban atas pengabaian kondisi klinis dr. Myta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Duka menyelimuti dunia tenaga kesehatan. Seorang dokter internship (magang) dari Universitas Brawijaya, yakni dr. Myta Aprilia Azmy meninggal dunia, setelah dirawat di ICU Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Kasus wafatnya dokter internship dr. Myta Aprilia Azmy menjadi sorotan, menyusul dugaan beban kerja berlebihan saat menjalani program internsip, khususnya di wahana RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.

Ketua Umum IKA FK Unsri, Achmad Junaidi, mengungkapkan berdasarkan investigasi internal dan kronologi, pihaknya menemukan kesimpulan sejumlah fakta.

"Adanya beban kerja yang tidak manusiawi, yakni tiga bulan tanpa libur di bangsal/IGD, dan pembiaran dokter internsip bekerja tanpa supervisi dokter definitif, yang secara jelas melanggar aturan Kemenkes mengenai status dokter internsip sebagai dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit," tegasnya dalam surat bernomor 01/04/IKA-FK/2026 tertanggal 30 April 2026 yang ditujukan pada Menteri Kesehatan dikutip, Senin (4/5/2026).

1. Sakit dipaksa tetap jaga malam

dr. Myta Aprilia Azmy
Ucapan Duka Cita Universitas Sriwijaya/ (Instagram@unsri.official)

Selain itu, Achmad menilai, ada pemaksaan, sebab dokter Myta telah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026, namun tetap dipaksa menjalankan jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi.

"Bahkan, ditemukan fakta adanya saturasi oksigen yang menyentuh angka 80 persen, sebelum akhirnya mendapatkan penanganan yang layak," ujarnya.

2. Dugaan adanya malapraktik

Kematian Dokter Myta, IKA FK Unsri Ungkap Jam Kerja Tak Manusiawi
ilustrasi nakes kelelahan setelah memberikan pelayanan pasien positif COVID-19 (IDN Times/Ervan)

IKA FK Unsri juga menilai adanya dugaan malapraktik administratif, karena terjadi kekosongan stok obat (Sulbacef) di rumah sakit, sehingga pasien yang merupakan tenaga kesehatan di wahana tersebut diminta mencari obat sendiri di luar.

"Adanya tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi, karena ada tindakan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dr. Myta, agar tidak terjadi prolong perpanjangan masa internship, serta adanya narasi gaslighting yang menyerang mentalitas dokter internship seperti sebutan 'generasi Z lembek' saat mereka menyuarakan hak dasar kesehatan," katanya.

3. IKA FK Unsri mendesak Kemenkes lakukan audit

Kematian Dokter Myta, IKA FK Unsri Ungkap Jam Kerja Tak Manusiawi
Ilustrasi nakes meninggal dunia, IDN Times/ istimewa

Untuk itu, IKA FK Unsri mendesak Kemenkes RI dan KKI untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship, dan mengevaluasi kelayakan oknum pembimbing yang terlibat dalam kronologi ini.

"Kami meminta pihak RSUD K.H. Daud Arif memberikan penjelasan resmi dan pertanggungjawaban atas pengabaian kondisi klinis dr. Myta sejak awal sakit hingga kritis. IKA FK Unsri tidak menutup kemungkinan untuk menempuh jalur hukum jika ditemukan unsur pidana terkait kelalaian yang menyebabkan bahaya yang mengancam jiwa bagi sejawat kami," tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Related Articles

See More