Pesawat militer AS saat terbang. (twitter.com/usairforce)
Sorotan publik menguat setelah laporan media internasional The Sunday Guardian menyebut adanya dokumen rahasia Amerika Serikat terkait rencana perluasan akses penerbangan militer di Indonesia.
Dengan sistem ini, pesawat militer AS dapat melintas langsung hanya dengan pemberitahuan untuk berbagai keperluan, seperti operasi darurat, respons krisis, dan latihan militer bersama, yang didukung dengan pembentukan jalur komunikasi langsung antar angkatan udara kedua negara.
Dokumen bertajuk Operationalizing U.S. Overflight itu disebut mengusulkan perubahan sistem perizinan dari berbasis persetujuan per kasus menjadi sistem notifikasi, sehingga pesawat militer AS dapat melintas dengan pemberitahuan untuk keperluan operasi, latihan, hingga respons krisis.
Skema tersebut dinilai strategis bagi AS mengingat posisi Indonesia sebagai jalur penting antara Samudra Hindia dan Pasifik, serta berpotensi memperkuat postur militer AS di kawasan Indo-Pasifik.
Laporan itu juga menyebut adanya pertemuan tingkat tinggi yang membahas kerja sama pertahanan, serta rencana kunjungan pejabat pertahanan Indonesia ke Washington pada pertengahan April 2026.
Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan setiap langkah kerja sama pertahanan harus mempertimbangkan dampak geopolitik, termasuk keseimbangan kekuatan di kawasan Asia Tenggara dan prinsip kedaulatan nasional Indonesia.