Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
DTKJ Usul Tarif Langganan TransJakarta Rp200 Ribu per Bulan, Setuju?Do
Transjakarta Rute Blok M -PIK2 resmi dibuka /dok Pemprov DKI
  • DTKJ mengusulkan tarif langganan TransJakarta Rp200 ribu per bulan dan tarif reguler Rp5 ribu per perjalanan sebagai bagian dari kajian penyesuaian tarif transportasi umum di Jakarta.
  • Sugihardjo menyebut skema langganan memberi keuntungan bagi pengguna rutin, dengan potongan sekitar 20 persen dibanding biaya harian, serta opsi paket mingguan atau dua mingguan untuk fleksibilitas.
  • DTKJ menegaskan fokus kajian tarif adalah menjaga keterjangkauan masyarakat agar tidak terbebani, bukan semata-mata untuk mengurangi subsidi pemerintah daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang di Jakarta mau bikin harga baru buat naik bus TransJakarta. Namanya DTKJ, mereka bilang kalau orang mau langganan sebulan bayar dua ratus ribu rupiah. Kalau cuma sekali naik bayarnya lima ribu. Katanya biar orang yang sering naik jadi lebih hemat. Sekarang mereka masih bahas soal harga mingguan juga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesDewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan penerapan tarif langganan TransJakarta sebesar Rp200 ribu per bulan sebagai bagian dari kajian penyesuaian tarif transportasi umum di Jakarta.

Ketua DTKJ Sugihardjo mengatakan usulan tarif langganan muncul bersamaan dengan usulan penyesuaian tarif TransJakarta menjadi Rp5 ribu. Menurutnya, skema berlangganan telah banyak diterapkan di berbagai negara dan dinilai lebih menguntungkan bagi pengguna rutin.

"Kalau kita mengenalkan tarif langganan. Kita mendorong tarif langganan di luar negeri banyak tuh langganan. Jadi kalau orang yang bekerja kita hitungannya sebulan 25 hari kerja. Nah itu kan tarif mestinya kalau Rp5 ribu berangkat, Rp5 ribu pulang udah Rp10 ribu, jadi kali 25 berapa? Rp25 ribu. Nah karena langganan kita mengusulkan diskon 20 persen jadi tarifnya hanya Rp200 ribu" kata Sugihardjo dikutip, Minggu (5/6/2026).

1. DTKJ usul tarif Transjakarta Rp5 ribu

Koridor 9 Transjakarta (IDN Times/Rohman)

Ia menjelaskan, kajian DTKJ menunjukkan usulan tarif Rp5 ribu per perjalanan masih berada dalam kategori sangat terjangkau berdasarkan standar pengeluaran transportasi rumah tangga.

"Kalau dari masyarakat kita pakai standar Bank Dunia dan standar para peneliti transportasi. Jadi kalau tarif yang dianggap sangat terjangkau itu kalau pengeluaran transportasi dalam rumah tangga itu antara 5 sampai 10 persen. Nah saya udah hitung ya bahwa dengan tarif Rp5.000 ini masih tarifnya sekitar 10,4 persen," jelasnya.

2. Tarif langganan paket mingguan

Koridor 9 Transjakarta (IDN Times/Dini Suciatiningrum

Sugihardjo mengatakan dalam dialog publik juga muncul masukan agar tarif langganan tidak hanya tersedia dalam bentuk paket bulanan. Menurutnya, paket mingguan atau dua mingguan jadi pilihan bagi masyarakat yang tidak menggunakan transportasi umum setiap hari.

"Bagi mereka yang nggak sampai segitu, dari masukan itu dan barangkali ada wisatawan kita mengenalkan juga tarif nanti yang kita usulkan untuk langganannya seminggu atau dua minggu supaya lebih murah. Nah itu cuma diskonnya mungkin belum dibahas ya. Kalau usulkan tetap ada diskon tapi nggak 20 persen, mungkin 15 persen gitu. Jadi tarif langganan tuh penting," katanya.

3. Fokus keterjangkauan masyarakat

Koridor 9 Transjakarta (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Ia menegaskan, kajian tarif yang dilakukan DTKJ berfokus pada keterjangkauan masyarakat, bukan semata-mata untuk mengurangi beban subsidi pemerintah.

"Waktu kita melakukan kajian tarif itu disclaimer dulu ya, kita melihat bagaimana tarif ini tidak membebani masyarakat dulu. Kita belum ngomong dengan APBD. Bagaimana kenaikan tarif ini wajar," ucapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article