Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dua Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci, Total Menjadi 7 Orang
Jemaah haji kelompok terbang (kloter 13) asal Maluku Utara tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (29/4/2025). (IDN Times/Darsil Yahya)
  • Dua jemaah haji asal Pekalongan dan Samarinda wafat di Madinah, menambah total menjadi tujuh orang, sementara layanan kesehatan terus diberikan bagi ribuan jemaah yang membutuhkan perawatan.
  • Kemenhaj menegaskan pembayaran dam wajib dilakukan melalui program resmi Adhahi milik Pemerintah Arab Saudi untuk mencegah transaksi di luar mekanisme yang sah.
  • Jemaah diimbau menjaga kondisi fisik menghadapi cuaca panas ekstrem, sementara proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah berjalan tertib serta terkoordinasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dua orang jemaah haji meninggal di Madinah, namanya Ibu Siti dan Pak Endar. Sekarang sudah tujuh orang jemaah yang wafat. Banyak jemaah masih dirawat karena sakit dan panas. Petugas bilang semua harus hati-hati, minum air banyak, dan bayar dam lewat cara resmi. Jemaah lain terus beribadah dengan dijaga petugas supaya aman dan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah haji di Madinah, Arab Saudi, yakni Siti Sri Rahayu Sanusi dari kloter SOC-12 asal Kabupaten Pekalongan, dan Endar Jaya Purwadi dari kloter BPN-01 asal Kota Samarinda. Hingga hari ini, total jemaah haji wafat menjadi tujuh orang.

"Innalillahi wainnailaihi rajiun. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, dikutip dari laman Kemenhaj, Minggu (3/5/2026).

Dari sisi kesehatan, Hasan mengatakan, layanan terus diberikan secara menyeluruh. Tercatat 5.576 jemaah menjalani rawat jalan, 105 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 125 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Saat ini, 39 jemaah masih menjalani perawatan di RSAS.

1. Pembayaran dam wajib dilakukan melalui Adhahi, program resmi Pemerintah Arab Saudi

Jemaah haji Kloter 32 asal Embarkasi Surabaya (SUB-32) berpose sambil menunjukkan travel kit berwarna biru yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Terkait pelaksanaan ibadah, Hasan menegaskan, pembayaran dam jemaah haji wajib dilakukan melalui Adhahi, program resmi Pemerintah Arab Saudi.

"Jemaah yang akan melakukan pembayaran dam di Arab Saudi wajib menggunakan Adhahi. Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembayaran di luar mekanisme resmi, termasuk membeli sendiri hewan di pasar," ujarnya.

2. Jemaah haji diimbau menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas ekstrem

Pemberian uang saku jemaah haji di Embarkasi Solo. (Dok. BPKH)

Selain itu, jemaah haji diimbau menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas ekstrem, tidak membawa barang berlebihan, mengatur waktu ke Masjidil Haram, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan.

"Fokus kami adalah memastikan jemaah terlindungi, ibadah berjalan sesuai ketentuan, dan seluruh layanan haji berlangsung aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan," pungkas Hasan.

3. Kemenhaj pastikan pembayaran dam melalui program resmi

Sebuah mobil ambulans berada di depan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah. Klinik ini melayani kebutuhan kesehatan jemaah haji asal Indonesia selama berada di Arab Saudi. (IDN Times/Yogie Fadila)

Kemenhaj memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M pada hari ke-12 masa operasional berjalan lancar. Dia menyampaikan proses pemberangkatan, kedatangan, serta pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah berlangsung tertib dan terkoordinasi.

"Alhamdulillah, berdasarkan data hingga Jumat, 1 Mei 2026, sebanyak 175 kloter dengan 68.082 jemaah haji dan 697 petugas kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Seluruh proses terus kami kawal agar berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi jemaah," ujar dia.

Jemaah haji yang telah tiba di Madinah tercatat 165 kloter dengan 64.129 jemaah dan 657 petugas. Sedangkan, jemaah yang telah tiba di Makkah sebanyak 19 kloter dengan 7.387 jemaah dan 76 petugas.

Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah dilakukan secara bertahap, dengan pengawalan petugas di seluruh titik layanan, guna memastikan keselamatan dan kenyamanan.

Editorial Team