RI-Vietnam Hapus Hambatan Perdagangan, Kejar Target Dagang Rp325,9 T

- Indonesia dan Vietnam sepakat mempercepat kerja sama ekonomi dengan target perdagangan bilateral 18 miliar dolar AS pada 2028, termasuk penghapusan hambatan perdagangan dan investasi.
- Menlu Vietnam Le Hoai Trung optimistis target perdagangan bisa tercapai lebih cepat berkat meningkatnya hubungan ekonomi dan konektivitas antara kedua negara.
- Kedua negara juga menegaskan komitmen memperkuat investasi serta memastikan seluruh nota kesepahaman diimplementasikan agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Jakarta, IDN Times - Indonesia dan Vietnam sepakat mempercepat penguatan kerja sama ekonomi dengan menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 18 miliar dolar AS atau setara Rp325,9 triliun pada 2028. Untuk mencapai target tersebut, kedua negara juga berkomitmen menghapus berbagai hambatan perdagangan dan investasi yang selama ini dihadapi pelaku usaha.
Kesepakatan itu menjadi salah satu hasil Pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral Indonesia-Vietnam (Joint Commission for Bilateral Cooperation/JCBC) ke-6 yang dipimpin Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Vietnam Le Hoai Trung di Jakarta.
Pertemuan berlangsung setelah hubungan kedua negara ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada tahun lalu. Status tersebut menjadi landasan bagi Indonesia dan Vietnam untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor.
Selain perdagangan, kedua negara juga membahas penguatan investasi, pengembangan industri strategis, hingga kerja sama di bidang teknologi.
1. RI dan Vietnam sepakat hapus hambatan perdagangan

Menlu Sugiono mengatakan, Indonesia dan Vietnam kembali menegaskan komitmen mencapai target perdagangan bilateral sebesar 18 miliar dolar AS pada 2028.
“Kami juga menegaskan kembali komitmen untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar 18 miliar dolar AS pada 2028,” kata Sugiono, di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Selasa (14/7/2026).
Menurut dia, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi dengan menghilangkan berbagai hambatan yang selama ini dihadapi pelaku usaha.
“Kami sepakat untuk semakin memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi, serta menghilangkan berbagai hambatan yang dihadapi komunitas bisnis kedua negara di sektor perdagangan dan investasi,” ujar dia.
2. Vietnam optimistis target bisa tercapai lebih cepat

Menlu Vietnam, Le Hoai Trung, mengatakan, hubungan ekonomi kedua negara terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Dia bahkan menyebut target perdagangan sebesar 18 miliar dolar AS berpotensi tercapai lebih cepat dari target yang telah disepakati.
“Saya mendapat informasi bahwa nilai perdagangan kita bahkan mungkin dapat mencapai target tersebut tahun ini,” kata dia dalam kesempatan yang sama.
Menurut dia, peningkatan perdagangan didukung semakin eratnya hubungan ekonomi dan meningkatnya konektivitas antara Indonesia dan Vietnam.
3. Kerja sama investasi terus diperluas

Selain perdagangan, kedua negara juga sepakat memperkuat investasi dan memastikan seluruh nota kesepahaman yang telah ditandatangani dapat diimplementasikan.
Sugiono mengatakan, seluruh kerja sama yang telah disepakati harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
Menurut dia, pemerintah kedua negara akan terus mengawal implementasi berbagai kesepakatan agar tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata.




















