Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Aturan Kesehatan Haji, Jemaah Hb Rendah di Bogor Terancam Batal Berangkat

Aturan Kesehatan Haji, Jemaah Hb Rendah di Bogor Terancam Batal Berangkat
Ilustrasi jamaah haji sedang melakukan tawaf ifadhah(pixabay.com/Koveni)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kemenag Bogor menerapkan standar kesehatan ketat bagi jemaah haji 2026, termasuk larangan berangkat bagi yang memiliki HB di bawah 8 atau penyakit kronis.
  • Sebanyak 744 jemaah asal Bogor terbagi dalam dua kloter, dengan usia termuda 22 tahun dan tertua 84 tahun, disertai aturan pendampingan khusus bagi lansia.
  • Petugas menertibkan barang bawaan jemaah dari benda terlarang dan mengatur pengisian satu kursi kosong akibat jemaah wafat sebelum keberangkatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bogor, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) memberlakukan standar kesehatan yang sangat ketat bagi jemaah haji tahun 2026. Kepala Kantor Kemenag Kota Bogor, Indra Karyawan, mengatakan, jemaah yang terdeteksi memiliki kadar hemoglobin (Hb) di bawah angka 8 atau mengidap penyakit dalam kronis terancam tidak dapat diberangkatkan ke Tanah Suci.

Langkah drastis ini diambil sebagai respons atas tingginya angka kematian jemaah asal Indonesia pada musim haji sebelumnya.

"Jika nanti ada jemaah haji yang terdeteksi memiliki penyakit dalam seperti jantung, paru-paru, ginjal, saraf, itu akan dipulangkan. Termasuk yang kadar Hb-nya di bawah 8 akan diminta menaikkan Hb-nya terlebih dahulu. Jika kondisinya terus menurun, sulit untuk diberangkatkan," ujar Indra Karyawan saat melepas jemaah haji, Sabtu (2/5/2026).

1. Standar kesehatan ketat demi tekan angka fatalitas

Suasana Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur kedatangan jemaah haji kloter pertama, Selasa (21/4/2026).
Suasana Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur kedatangan jemaah haji kloter pertama, Selasa (21/4/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Pengetatan kriteria kesehatan tahun ini merupakan hasil evaluasi mendalam karena Indonesia dianggap menyumbang angka jemaah wafat yang cukup tinggi di Arab Saudi.

Indra mengatakan, kondisi Hb yang rendah dikhawatirkan membuat fisik jemaah tidak akan kuat selama menjalankan rangkaian ibadah haji yang berat. Jemaah yang mengalami kendala kesehatan tersebut disarankan melakukan transfusi darah serta memperbaiki asupan nutrisi secara intensif.

"Untuk kesehatan tahun ini memang sangat ketat karena Indonesia dianggap menyumbang angka jemaah wafat yang cukup tinggi. Itulah mengapa kami selalu mengimbau agar jemaah benar-benar menjaga kesehatan," ujar dia.

2. Jemaah tertua 84 tahun dan termuda 22 tahun

Aturan Kesehatan Haji, Jemaah Hb Rendah di Bogor Terancam Batal Berangkat
Talbiyah Haji bagi emaah yang akan diberangkatkan. IDN Times/Linna Susanti

Pada keberangkatan kali ini, Kota Bogor memberlakukan dua kloter dengan total 744 jemaah. Untuk rombongan yang berangkat Sabtu, tercatat ada 444 jemaah dengan pendampingan enam petugas. Menariknya, jemaah tertua berusia 84 tahun, sementara jemaah termuda berusia 22 tahun.

Jemaah termuda tersebut bisa berangkat lebih awal melalui kategori 'Gabung Mahram' karena sang ibu sudah mendaftar sejak tahun 2014.

"Jemaah lansia wajib memiliki pendamping dari keluarga inti yang sudah terdaftar minimal 5 tahun. Untuk jemaah termuda, dia bisa berangkat bersama ibunya karena sudah memenuhi syarat minimal pendaftaran 5 tahun," kata Indra.

3. Penertiban barang bawaan dan sisa satu kursi kosong

Koper haji berhias boneka merah muda ini sudah ditaruh rapi di aula Asrama Haji Manyaran Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Koper haji berhias boneka merah muda ini sudah ditaruh rapi di aula Asrama Haji Manyaran Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Indra juga menyoroti kedisiplinan jemaah terkait barang bawaan. Hingga saat ini, petugas masih menemukan jemaah yang membawa benda terlarang seperti alat masak, setrika, hingga powerbank di atas 4.000 mAh.

Selain itu, terkait satu kursi kosong akibat adanya jemaah yang wafat dua minggu lalu, Kemenag menyatakan posisi tersebut kemungkinan akan diisi oleh jemaah dari kabupaten lain karena prosedur penggantian keluarga inti yang cukup rumit pada waktu yang singkat.

"Koper jemaah sudah kami antar lebih dulu ke embarkasi. Jika ditemukan barang terlarang, akan langsung dikeluarkan. Terkait satu kursi kosong, kemungkinan akan diisi jemaah kabupaten lain agar tidak memisahkan rombongan keluarga yang sudah ada," ujar dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More