Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mendesak pemerintah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendengar kritik masyarakat, termasuk dari akademisi, mahasiswa, dan kelompok pembela hak asasi manusia (HAM).
Menurut Usman, sikap pemerintah yang mencemooh kritik justru memperburuk ruang kebebasan masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Tepat 20 Oktober 2026, Prabowo dan Gibran memasuki usia dua tahun memerintah Indonesia sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
“Ya, pemerintah harus mendengar suara para ahli, para ekonom, para intelektual, akademisi, mereka yang melakukan penelitian tentang kebakaran hutan dan lahan, sudah memperingatkan jauh-jauh hari kepada Indonesia akan ada titik-titik rawan kebakaran," kata Usman, usai konferensi pers bertajuk Rapor Merah HAM Dua Tahun Prabowo-Gibran, Senin (19/10/2026).
Usman juga meminta pemerintah menghentikan intimidasi terhadap aktivis dan mahasiswa, serta mengusut serangan terhadap pembela HAM.
