Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menduga adanya mark up anggaran dalam pengadaan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut dia, mark up itu diduga selisih hingga Rp200 miliar.
"Jadi rupanya memang proses itu motor listrik, ini masih dalam proses ya, proses perakitan. Jadi motor itu kan 21.800, kemudian 1,507 trail, 6.431 itu bebek, dan ini (semuanya motor) listrik. Ini totalnya Rp1,03 triliun anggaran," ujar Dudung di kantor KSP, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
