Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dudung: Pemerintah Akan Evaluasi Perlintasan Sebidang Rawan Kecelakaan
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Dudung Abdurachman menyebut pemerintah akan mengevaluasi perlintasan sebidang yang rawan setelah serangkaian kecelakaan kereta api di Grobogan dan Bekasi menelan banyak korban jiwa.
  • Terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan sebidang di Indonesia yang menjadi perhatian serius, terutama di kawasan padat dan jalur lalu lintas ramai seperti Jakarta dan kota besar lainnya.
  • Pemerintah menyiapkan solusi berupa pembangunan flyover, sistem peringatan dini, serta peningkatan SOP penjaga perlintasan demi memperkuat keselamatan publik sesuai arahan Presiden Prabowo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 April 2026

Kecelakaan kereta terjadi di Bekasi Timur dan menewaskan 16 orang.

1 Juni 2026

Dudung Abdurachman menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan di Grobogan yang menewaskan empat orang dan menyatakan pemerintah akan mengevaluasi perlintasan sebidang yang rawan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

kini

Pemerintah tengah mempersiapkan evaluasi menyeluruh terhadap sekitar 1.800 titik perlintasan sebidang serta mempercepat pembangunan flyover dan sistem peringatan dini untuk meningkatkan keselamatan transportasi publik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perlintasan sebidang yang dianggap rawan kecelakaan, menyusul terjadinya beberapa insiden tabrakan antara kereta api dan kendaraan dalam beberapa hari terakhir.
  • Who?
    Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyampaikan rencana evaluasi tersebut atas arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan pelibatan PT KAI dan instansi terkait transportasi publik.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta, sementara kecelakaan terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, serta Bekasi Timur, Jawa Barat.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Jumat, 1 Juni 2026, setelah kecelakaan di Grobogan dini hari dan insiden sebelumnya di Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
  • Why?
    Evaluasi dilakukan karena meningkatnya jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang yang menimbulkan korban jiwa dan menunjukkan perlunya peningkatan keselamatan transportasi publik.
  • How?
    Pemerintah akan mempercepat pembangunan flyover di titik rawan, menerapkan sistem peringatan dini otomatis, serta memastikan standar operasional penjaga perlintasan dijalankan oleh PT KAI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kecelakaan kereta sama mobil di Grobogan dan Bekasi, banyak orang meninggal. Pak Dudung bilang pemerintah mau periksa jalan yang dilewati kereta supaya aman. Katanya ada banyak tempat berbahaya yang harus dijaga. Pemerintah mau bikin jembatan dan alat bunyi kalau kereta datang. Sekarang mereka lagi kerja biar semua orang selamat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Dudung Abdurachman menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat keselamatan transportasi publik melalui evaluasi menyeluruh terhadap perlintasan sebidang. Dengan dukungan anggaran dan arahan Presiden, langkah seperti pembangunan flyover serta penerapan sistem peringatan dini mencerminkan komitmen nyata untuk meningkatkan keamanan dan keandalan layanan kereta api bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menyatakan saat ini menjadi momentum yang tepat untuk mengevaluasi perlintasan sebidang yang rawan, menyusul sejumlah kecelakaan kereta api yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Dudung menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan antara kereta api dan mobil di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang menewaskan empat orang pada dini hari, setelah sebelumnya kecelakaan kereta juga terjadi di Bekasi Timur dengan 16 korban jiwa pada Senin (27/4/2026).

“Rangkaian kecelakaan ini menjadi alarm pengingat untuk membenahi transportasi publik, khususnya kereta api. Armada, infrastruktur, hingga layanan kepada publik harus dibarengi dengan infrastruktur penopang seperti perlintasan yang aman,” kata Dudung dalam keterangan di Jakarta, Jumat (1/6/2026).

Ia menegaskan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perlintasan sebidang sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan sebidang di Indonesia yang perlu perhatian serius.

Dudung menyoroti tingginya risiko pada perlintasan sebidang, terutama di kawasan padat dan jalur lalu lintas yang ramai di Jakarta maupun kota-kota besar lainnya. Menurut dia, salah satu solusi yang dapat dipercepat adalah pembangunan flyover di titik-titik rawan, dengan dukungan anggaran yang telah disiapkan pemerintah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya implementasi sistem peringatan dini atau early warning system serta sistem mekanik otomatis di perlintasan sebidang sebagaimana telah diarahkan Presiden.

“PT KAI juga perlu memastikan standar operasional prosedur di perlintasan sebidang berjalan dengan baik, termasuk keberadaan dan kesiapsiagaan penjaga perlintasan,” ujarnya.

Dudung menambahkan, pemerintah akan bekerja lebih keras untuk menuntaskan persoalan keselamatan di perlintasan kereta api.

“Keselamatan publik adalah prioritas utama dalam pengelolaan transportasi publik,” kata dia.

Editorial Team