Comscore Tracker

Hujan Deras, Kawasan Pisangan Timur Jakarta Timur Direndam Banjir

Sejumlah sepeda motor mogok akibat menerobos banjir

Jakarta, IDN Times - Banjir merendam kawasan Pisangan Timur, Pulogadung, tepatnya di Jalan Bujana Tirtabanjir akibat hujan deras pada Selasa (18/1/2022). Sejumlah pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir mengalami mati mesin.

"Iya tadi mesinnya mati. Banjirnya dalem banget sampai masuk knalpot," kata salah seorang pengendara motor, Prakasa dikutip dari ANTARA.

1. Banjir saluran air tak mampu lagi menampung limpahan air

Hujan Deras, Kawasan Pisangan Timur Jakarta Timur Direndam BanjirBanjir di Jalan Moh Kaffi II Jagakarsa (IDN Times/Dwi Agustiar)

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Timur juga tampak bersiaga di lokasi banjir yang diperkirakan mencapai 50 sentimeter (cm) itu.

Petugas Sudin SDA Jakarta Timur, Dandy, mengatakan bahwa banjir di wilayah tersebut akibat hujan deras yang mengakibatkan saluran air tak mampu lagi menampung.

"Akibatnya motor tidak dapat melintas karena terlalu dalam," ujar Dandy.

Baca Juga: Curah Hujan Berpotensi Meningkat Sepekan Ini, Waspada Banjir-Longsor

2. Sudin SDA menyedot banjir menggunakan pompa air

Hujan Deras, Kawasan Pisangan Timur Jakarta Timur Direndam BanjirRumah Pompa Kemang Raya (IDN Times/Dian Ayugustanty)

Dia mengatakan bahwa Sudin SDA tengah melakukan upaya penyedotan air untuk mengatasi banjir yang menggenang tersebut agar akses jalan dapat kembali dilalui.

"Nanti akan disedot menggunakan pompa," tutur Dandy.

3. Potensi peningkatan curah hujan dalam periode sepekan ke depan

Hujan Deras, Kawasan Pisangan Timur Jakarta Timur Direndam BanjirIlustrasi Suasana Hujan di Perkotaan (IDN Times/Besse Fadhilah)

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi adanya potensi peningkatan curah hujan dalam periode sepekan ke depan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan aktivitas dinamika atmosfer seperti Cold Surge atau Seruakan Massa Udara Dingin dari Asia menuju wilayah Indonesia, aktifnya fenomena gelombang atmosfer seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial di beberapa wilayah, pola tekanan tekanan rendah yang memicu terbentuknya pumpunan dan belokan angin, yang diperkuat juga dengan adanya pengaruh labilitas udara dalam skala lokal.

Kondisi tersebut secara signifikan dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam periode sepekan ke depan.

"Mengamati potensi tersebut, BMKG memberikan peringatan dini terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi," ujar Guswanto dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Banjir Menggenang di Pintu Keluar Tol Tanjung Priok

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya