Comscore Tracker

Cegah Karhutla, Program Desa Bebas Api Libatkan Masyarakat

Ada hadiah hingga ratusan juta bagi peserta Desa Bebas Api

Memasuki musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin berpotensi terjadi. Penanganan pertama pun perlu dilakukan sejak titik api muncul, agar tidak bertambah besar dan menyebar.

Asian Agri, perusahaan kelapa sawit yang berada di 3 Provinsi Sumatera, yaitu Sumatera Utara, Riau, dan Jambi itu melangsungkan program Desa Bebas Api (DBA) sejak 2016. Program ini merupakan respons positif dari masalah karhutla yang bisa menghancurkan hutan serta menimbulkan masalah kesehatan lewat asap yang dihasilkan.

Yuk, simak bagaimana Asian Agri menjalankan program Desa Bebas Api untuk menciptakan lingkungan perkebunan yang lebih ramah lingkungan!

1. Jadi pionir membuka lahan tanpa membakar

Cegah Karhutla, Program Desa Bebas Api Libatkan MasyarakatProgram Desa Bebas Api Asian Agri. (asianagri.com)

Berdiri sejak 1979, Asian Agri merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit. Sejak 1994, Asian Agri sudah memperkenalkan kebijakan zero burning, atau pembukaan lahan perkebunan sawit tanpa proses membakar.

Perlu diketahui, membakar merupakan cara tradisional yang sering digunakan masyarakat sebagai cara yang paling efektif dan murah untuk membuka lahan. Namun, membakar berisiko tinggi saat musim kering dan menyebabkan api cepat menyebar serta sulit dikontrol.

Melihat permasalahan ini, Asian Agri merespons lewat program Desa Bebas Api yang dimulai sejak 2016. Tidak cuma menekan perluasan karhutla, program ini juga meningkatkan kesejahteraan warga setempat, lho!

Baca Juga: Dianggap Mistis, Burung Hantu Terbukti Efektif Mengontrol Hama

2. Membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA)

Cegah Karhutla, Program Desa Bebas Api Libatkan MasyarakatProgram Desa Bebas Api Asian Agri. (asianagri.com)

Program Desa Bebas Api tidak akan sukses tanpa partisipasi menyeluruh dari warga sekitar perkebunan. Langkah pertama yang dilakukan Asian Agri adalah membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) serta memberikan pengetahuan lewat sosialisasi secara rutin.

Tim yang dibentuk sebagian besar terdiri dari penduduk lokal, dengan pemimpin kru yang dipilih dari kalangan masyarakat setempat. Selain sosialisasi, Asian Agri juga membekali tim dengan pelatihan dan fasilitas penunjang.

Program Desa Bebas Api yang dimulai pada 2016 ini awalnya hanya menjangkau sembilan desa di Riau dan Jambi. Program ini berhasil mengurangi lahan yang terdampak kebakaran dari 13,75 hektare menjadi 7,98 hektare di tahun berikutnya.

Di tahun ini, Asian Agri kembali melanjutkan program DBA melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 10 desa yang terdapat di Provinsi Riau dan Jambi. Kesepuluh desa tersebut di antaranya adalah Desa Muara Sekalo di Jambi, dan Desa Lubuk Ogong di Riau.

3. Kisah sukses Desa Lubuk Ogong bebas dari api

Cegah Karhutla, Program Desa Bebas Api Libatkan MasyarakatProgram Desa Bebas Api Asian Agri. (asianagri.com)

Pada 2015, Desa Lubuk Ogong yang terletak sekitar 34 kilometer dari pusat kota Riau, terkena dampak kebakaran hutan yang cukup parah. Banyak masyarakat yang merasakan dampak buruk asap akibat kebakaran yang terjadi.

Kejadian tersebut membuat Asian Agri berinisiatif menggandeng masyarakat untuk ikut aktif terlibat dalam program Desa Bebas Api (Fire Free Village Program). Melalui program ini, masyarakat bersama perusahaan membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa mereka.

Terbukti, program ini sukses menekan perluasan area terdampak karhutla di Desa Lubuk Ogong. Desa ini pun termasuk dalam wilayah yang kembali bekerja sama dengan Asian Agri di tahun 2021 dalam program DBA.

4. Pemanfaatan teknologi dalam upaya penjagaan lingkungan

Cegah Karhutla, Program Desa Bebas Api Libatkan MasyarakatProgram Desa Bebas Api Asian Agri. (asianagri.com)

Rahman Pasaribu, pemimpin kru Masyarakat Peduli Api di Desa Lubuk Ogong, mengakui bahwa sebelum adanya program ini upaya pencegahan kebakaran hutan tidak terkoordinasi dengan baik. Mewakili warga Lubuk Ogong, Rahman menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat dan membantu masyarakat.

Menurut Rahman, tim relawan yang juga merupakan warga setempat, secara aktif memantau desa yang luasnya mencapai 16.330 hektare ini supaya tidak muncul api. Salah satu caranya adalah memanfaatkan teknologi komunikasi melalui grup WhatsApp untuk bertukar informasi.

Selama pandemik COVID-19, tim Program Bebas Api Asian Agri juga terus berkoordinasi dengan memanfaatkan sistem teknologi dan komunikasi yang optimal dalam upaya pencegahan karhutla.

Pemaksimalan fungsi aplikasi pemantauan titik panas ini dirilis oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja tim di tengah kondisi yang tidak menentu karena pandemik. Aplikasi tersebut bernama Lapan: Fire Hotspot yang memberikan deteksi dingin adanya titik panas secara real time dengan menggabungkan peta Google Earth dan sistem deteksi LAPAN.

Tak hanya itu, Asian Agri juga memanfaatkan teknologi pesawat tanpa awak atau yang awam disebut drone untuk memantau titik api. Penggunaan drone telah membantu pengawasan dan penanggulangan potensi karhutla khususnya di Provinsi Riau.

5. Hadiah hingga ratusan juta rupiah bagi wilayah yang sukses menjalankan program Desa Bebas Api

Cegah Karhutla, Program Desa Bebas Api Libatkan MasyarakatProgram Desa Bebas Api Asian Agri. (asianagri.com)

Salah satu kunci keberhasilan dalam program ini adalah reward atau hadiah untuk desa yang berhasil menekan dan bahkan menghentikan kebakaran lahan. Asian Agri memberikan insentif ekonomi berupa infrastruktur yang dapat digunakan masyarakat secara luas.

Masyarakat desa bebas memilih penggunaan hadiah uang tersebut, ada yang menggunakannya untuk pembangunan jalan, jembatan hingga tempat ibadah. Desa yang berhasil mencegah terjadinya kebakaran berhak atas hadiah Rp100 juta. Sedangkan Rp50 juta diberikan pada desa yang berhasil membatasi kebakaran di bawah satu hektare.

Program Desa Bebas Api ini merupakan langkah yang bagus untuk menjaga kelestarian lingkungan serta kesejahteraan hidup masyarakat sekitar perkebunan sawit. Semoga program apik ini bisa menginspirasi pelaku usaha sejenis untuk lebih peduli lingkungan, ya! (WEB)

Baca Juga: Industri Sawit Pacu Pertumbuhan Ekonomi di 10 Provinsi

Topic:

  • Ridho Fauzan

Berita Terkini Lainnya