Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Ganinduto menyebut, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) harus mampu menyederhanakan proses bisnis bagi pelaku usaha. Ia meminta DSI tidak menimbulkan lapisan birokrasi baru yang dapat menghambat kelancaran kegiatan ekspor maupun menambah beban administratif bagi pelaku usaha.
Pemerintah saat ini telah mengatur kegiatan ekspor komoditas strategis satu pintu melalui PT DSI. Kebijakan ini dilakukan untuk menghindari kebocoran penerimaan negara.
Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas strategis yakni batu bara, kelapa sawit (CPO), dan ferro alloy yang sepanjang 2025 mencatat nilai ekspor sekitar US$66,13 miliar atau setara 23,4 persen dari total ekspor nasional. Menurutnya, potensi ekonomi yang besar dari ketiga komoditas tersebut perlu dikelola secara lebih terintegrasi agar memberikan nilai tambah yang optimal bagi negara.
"PT DSI harus mampu menyederhanakan proses bisnis dan tidak justru menimbulkan lapisan birokrasi baru yang dapat menghambat kelancaran kegiatan ekspor maupun menambah beban administratif bagi pelaku usaha," kata Firnando kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
