Jakarta, IDN Times - Pemerintah menyiapkan anggaran besar untuk merealisasikan program SMA Unggul Garuda Baru. Setiap sekolah diperkirakan menelan biaya pembangunan hingga Rp200 miliar. Pada tahap awal, empat sekolah akan dibangun dan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemendikti Saintek, Ardi Findyartini, mengatakan angka tersebut merupakan asumsi rata-rata untuk pembangunan satu sekolah.
"Biaya pembangunan per sekolah sebetulnya bervariasi karena ternyata masing-masing lokasi ini juga ada beberapa faktor tertentu, ada faktor demografi dan seterusnya sehingga ada kisaran sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunannya saja," kata dia di kantor Kemendikti Saintek, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
Ardi menegaskan, angka Rp200 miliar itu baru mencakup pembangunan fisik. Biaya operasional seperti fasilitas pendidikan, gaji guru, dan tenaga kependidikan belum termasuk di dalamnya.
Karena itu, pemerintah menyiapkan skema pendanaan jangka panjang melalui dana abadi pendidikan.
"Sudah diperhitungkan sampai tahun 2029 nanti, pula kami juga memikirkan beyond itu melalui skema Dana Abadi," katanya.
