Jakarta, IDN Times - Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, mengaku tidak memahami kaitan kasus Blackout di Sumatra dengan dirinya. Ia meminta hal tersebut ditanyakan ke penyidik.
"Saya juga tidak paham ada keterkaitan Jampidsus dengan blackout. Nanti kita tunggulah proses bagaimana rekan-rekan penyidik nanti menyampaikan apa masalahnya keterkaitan blackout tersebut, perkaranya perkara apa," ujar Febrie dalam konferensi pers di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).
Febrie menilai sebaiknya dilakukan audit secara keseluruhan. Sehingga, semua pihak tahu pelanggaran hukumnya apa.
"Jadi untuk blackout, lebih baik kita tunggu saja rekan-rekan penyidik nanti mengungkap dan sebaiknya ditanya ke sana ya," ujarnya.
Sebelumnya, nama Febrie menjadi sorotan setelah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menggeledah 13 lokasi. Salah satu tempat yang digeledah adalah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Febrie mengakui rumah di Sentul itu miliknya.
Berikut daftar 13 lokasi yang digeledah:
PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat
PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara
PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat
Rumah MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan
Kafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan
Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan
Rumah TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan
Kantor/Grup DMG/CP, Kuningan, Jakarta Selatan
PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan
Rumah DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan
Rumah MILDK, Apartement Pacific Place
Rumah milik Febrie Ardiansyah di Sentul, Bogor
Ruko di Cipete, Jakarta Selatan.
