Jakarta, IDN Times - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, menilai anggota DPR bersikap tidak bijak dan terkesan pengecut, karena tidak merespons demonstrasi yang telah berlangsung pada 25 dan 28 Agustus 2025.
Lucius menyebut selama empat hari massa mendatangi kompleks parlemen, tak sekali pun DPR sebagai lembaga wakil rakyat, menjumpai massa atau sekadar memberikan tanggapan resmi atas tuntutan yang disuarakan demonstran.
"Respons yang muncul justru adalah pernyataan konyol anggota DPR Sahroni, yang mendukung aparat untuk menangkap pendemo yang anarkis dan di bawah umur," kata Lucius dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).