Deklarasi Partai Gema Bangsa di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Sabtu (17/1/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Dalam kesempatan itu, Ketua DPW Gema Bangsa DKI Jakarta, Charles Panji Dewanto menyatakan, pihaknya bakal segera merapikan struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan.
"Sebelum Rapimnas yang rencananya Agustus, semua struktur hingga ke kecamatan akan rapi dan terbentuk. Sekarang ini sudah berproses. Karena DPW Jakarta adalah jendela utama DPP, kami akan bergerak massif," kata Panji.
Dikatakan Panji, generasi Z mayoritas menempati jabatan di struktur DPW hingga DPC Gema Bangsa DKI.
"Dalam sosialisasi, kami memilih isu-isu yang menjadi konsen anak muda. Kami juga akan menggandeng kelompok kritis seperti mahasiswa, akademisi untuk mendiskusikan persoalan riil di DKI," ujarnya.
Sementara, Waketum Partai Gema Bangsa Abdul Kholiq mengingatkan, DPW DKI adalah jendela DPP. Kalau DKI baik, DPP akan baik. Ia berharap, pengurus di DKI terus semangat dan meningkatkan kapasitas SDM.
"Loyalitas ada, integritas ada, lengkapi dengan kapasitas, hadi lebih pintar, literasinya ditingkatkan. Merit sistem harus menjadi semangat dan sistem penggerak partai ini," kata Abdul.
Kemudian, Waketum Gema Bangsa Joko Kanigoro mengingatkan, Gema Bangsa lahir di tengah kepercayaan publik terhadap parpol yang amblas. Parpol yang baru lahir ini, tak boleh membiarkan persepsi buruk publik itu dengan kerja-kerja prosedural.
"DKI 90 persen masyarakat urban, prural dan egaliter. Tak ada darah biru politik, tak seperti di Jabar, Jatim, dan Jateng. Gema Bangsa punya peluang besar di sini," tuturnya.
Di tengah krisis kepercayaan atas parpol, dia yakin Gema Bangsa mudah melakukan penetrasi di Jakarta. Pertama, dimulai dengan masuk ke kampus dan masyarakat kritis. Joko meminta, Gema Bangsa harus hadir dan mau diuji publik. Buktikan partai ini egalitarian dan desentralistik.
"Kampanyenya jangan usang. Jakarta masyarakat kritis. Mulai sekarang kader identifikasi kampus, kelompok profesional, aktivis. Buka ruang dan dialog publik dengan masyarakat urban. Cari tahu problem utama warga seperti lapangan pekerjaan dll," imbaunya.