Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, LBH Papua Hormati Sikap Mama Yasinta

Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, LBH Papua Hormati Sikap Mama Yasinta
Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau akrab disapa Mama Sinta menyambangi Mapolda Metro Jaya pada Jumat (29/5/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Intinya Sih
Gini Kak
  • LBH Papua Merauke menghormati langkah Mama Yasinta melapor ke Polda Metro Jaya dan berupaya menjalin komunikasi setelah perubahan sikapnya terkait film dokumenter 'Pesta Babi'.
  • Mama Yasinta melaporkan LBH Papua Merauke karena merasa dilibatkan tanpa izin dalam film 'Pesta Babi', yang menampilkan wajahnya dan telah diputar di berbagai daerah serta YouTube.
  • Mama Yasinta meminta pemutaran film 'Pesta Babi' dihentikan sepenuhnya dan mendesak kepolisian menindak pihak yang masih menayangkannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Direktur LBH Papua Merauke, Johnny Teddy Wakum, menghormati sikap Yasinta Moiwend atau akrab disapa Mama Sinta, yang membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Jumat, 29 Mei 2026. Sebab, Teddy dan kolaborator film"'Pesta Babi" sedang mencari tahu serta berusaha memahami mengapa di balik perubahan sikap Mama Sinta.

"Kami tim kolaborasi film Pesta Babi menghormati apapun sikap Mama Yasinta saat ini dan meminta publik untuk tidak menyudutkan atau menghakimi Beliau," ujar Johnny, dengan menyodorkan tautan pernyataan bersama para kolaborator film dokumenter itu dan dikutip pada Minggu (31/5/2026).

Ia menyebut sejak Mama Yasinta tiba-tiba membuat pernyataan yang direkam di video pada Sabtu, 23 Mei 2026, hingga muncul di Polda Metro Jaya, Mama Yasinta belum dapat dihubungi atau ditemui secara langsung.

"Kami terus berusaha membangun komunikasi dengan Mama Yasinta dan berkoordinasi dengan keluarganya," tutur dia.

LBH Papua Merauke dan masyarakat sipil berharap dukungan dari publik terkait persoalan tersebut. Sebab, mereka menduga ada intimidasi sehingga Mama Yasinta berubah sikap. LBH Papua Merdeka, kata Johnny juga tetap melanjutkan solidaritas untuk upaya penyelesaian persoalan di Tanah Papua.

1. Dandhy sentil pihak tertentu yang tiba-tiba jemput Mama Yasinta

Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, LBH Papua Hormati Sikap Mama Yasinta
Dua narasumber nonton bareng Film Dirty Vote yakni Sutradara Dandhy Laksono (kanan) dan Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari (kiri). (IDN Times/Putra).

Lebih lanjut, sutradra film "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale kompak menyentil ada pihak tertentu yang memengaruhi keputusan Mama Yasinta. Pihak tertentu yang disentil Dandhy dan Cypri itu justru diam ketika tanah ulayat hendak direbut untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Waktu tanah ulayatnya diambil tanpa izin, mereka tak datang menjemput dan mengantarnya ke Jakarta untuk lapor polisi. Yang datang adalah anak-anak adat yang jadi pengacara pro bono karena solidaritas dan ingin ikut mendampingi tanah moyangnya," tulis Dandhy di akun media sosialnya dan dikutip pada Minggu (31/5/2026).

Senada dengan LBH Papua Merauke, Dandhy juga menghormati pilihan Mama Yasinta yang protes karena wajahnya ada di dalam poster dan dijadikan konten film dokumenter. "Sebagaimana kami menghormati hak setiap orang untuk tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di Papua," tutur dia.

2. Mama Sinta melaporkan LBH Papua Merauke karena tak terima dilibatkan dalam film Pesta Babi

Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, LBH Papua Hormati Sikap Mama Yasinta
Poster Film Dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita (2026). (https://jubi.id/polhukam/2026/film-dokumenter-pesta-babi-papua-bukan-tanah-kosong/)

Sebelumnya, Mama Yasinta mendatangi Polda Metro Jaya didampingi kuasa hukum T.S. Hamonangan Daulay pada Jumat lalu. Laporannya terhadap Direktur LBH Papua Merauke tercatat dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.

Tokoh adat dan pejuang lingkungan itu menjelaskan pelaporan tersebut merupakan buntut sakit hatinya karena dilibatkan sepihak dalam film "'Pesta Babi" tanpa izin resmi darinya. Menurut dia, film ini telah diputar di berbagai daerah dan kini juga dapat diakses melalui platform YouTube.

“Mereka putar film pesta babi itu di mana-mana, saya sakit hati, saya kecewa sekali! Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka! Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati!" kata Sinta.

Ia mengaku pertama kali mengetahui keberadaan film tersebut saat dibawa ke Papua oleh seseorang yang ia sapa Bang Tigor. Saat itu, ia mengira akan ada acara "potong bab". Namun, ketika film diputar, barulah ia mengetahui tayangan tersebut berjudul "Pesta Babi" pada 8 April 2026. Padahal, Mama Sinta ikut hadir dalam pre-launching film dokumenter berdurasi 95 menit di Jayapura pada Maret lalu.

3. Mama Yasinta minta film Pesta Babi dihentikan

Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, LBH Papua Hormati Sikap Mama Yasinta
Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau akrab disapa Mama Sinta menyambangi Mapolda Metro Jaya pada Jumat (29/5/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Mama Yasinta kemudian meminta agar publikasi film tersebut dihentikan. Ia juga meminta kepolisian menindak pihak-pihak yang masih memutar film itu.

"(Saya minta) dihentikan (pemutaran film)! Mulai dari hari ini dihentikan! Seandainya ada yang putar film itu, tolong proses orang itu," imbuhnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More