Viral Anak Masuk Kandang Gajah, Pihak Ragunan Duga Demi Konten

- Video viral memperlihatkan seorang anak masuk ke area kandang gajah di Taman Margasatwa Ragunan, diduga melewati pagar pengaman yang sudah disediakan.
- Pihak Ragunan menyebut belum ada laporan resmi dan waktu kejadian belum dapat dipastikan karena petugas tidak menerima informasi saat peristiwa berlangsung.
- Pengelola menduga insiden itu dilakukan demi konten, terlihat dari sikap perekam yang tidak panik dan tetap merekam meski anak berada di dalam kandang.
Jakarta, IDN Times – Pengelola Taman Margasatwa Ragunan buka suara terkait video yang memperlihatkan seorang anak masuk area kandang gajah, hingga viral di media sosial.
Humas Taman Margasatwa Ragunan, Bambang, mengatakan pihak Ragunan menegaskan pengunjung diduga telah melewati batas pagar pengaman yang telah disediakan.
"Kami menilai pengawasan dari orang tua atau pendamping terhadap anak yang bersangkutan belum dilakukan secara optimal pada saat kejadian," ucap Bambang saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026).
1. Pihak Ragunan belum tahu kronologi kejadian ini

Bambang mengatakan pihaknya belum dapat memastikan waktu maupun kronologi pasti kejadian tersebut. Sebab, tidak ada laporan yang diterima petugas saat peristiwa berlangsung.
"Berdasarkan informasi yang tersedia, waktu dan kronologi pasti kejadian belum dapat diketahui secara pasti karena tidak terdapat laporan yang diterima oleh petugas saat peristiwa berlangsung," kata Bambang.
2. Pengunjung diduga menerobos pagar

Menurut Bambang, dari video yang beredar terlihat pengunjung telah melampaui batas pagar pengaman yang dipasang di area kandang satwa.
"Berdasarkan video yang beredar, terlihat bahwa pengunjung telah melewati batas pagar pengaman yang telah disediakan di area kandang satwa," katanya.
3. Orangtua tidak panik saat merekam video

Bambang juga menilai pengawasan dari orang tua atau pendamping terhadap anak yang bersangkutan, belum dilakukan secara optimal saat kejadian terjadi.
Selain itu, pihak Ragunan menduga satwa dijadikan bahan candaan atau konten oleh pengunjung. Dugaan tersebut muncul karena dalam video yang beredar, orang yang merekam dinilai tidak menunjukkan kepanikan dan tetap melakukan perekaman saat insiden berlangsung.
"Terlihat dari sikap yang bersangkutan yang tidak menunjukkan kepanikan saat kejadian berlangsung dan tetap melakukan perekaman terhadap peristiwa tersebut," ujarnya.

















