Suasana Pembekalan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia masa bakti 2024-2029 di Jakarta, Sabtu (30/5/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan, pemutaran kembali lagu 'Bung Karno Bapak Marhaenisme' tidak sekadar menjadi bagian dari seremoni acara. Menurut dia, lagu tersebut memiliki makna ideologis yang kuat bagi seluruh kader partai.
"Lagu ini adalah pengingat bagi kita semua, terutama para wakil rakyat yang baru dilantik bahwa esensi perjuangan PDI Perjuangan adalah memihak dan berjuang demi kepentingan rakyat kecil atau kaum Marhaen. Di Bulan Bung Karno ini, kita perkuat kembali komitmen kita untuk tegak lurus pada komando partai dan membumikan ajaran Bung Karno di setiap kebijakan yang kita ambil," kata Djarot.
Dia mengatakan, lagu tersebut menjadi bagian penting dalam protokol kepartaian dan harus terus dinyanyikan dalam setiap kegiatan resmi partai.
"Dalam setiap acara dengan protokol kepartaian, lagu 'Bung Karno Bapak Marhaenisme' wajib kita nyanyikan," kata Djarot.
Semangat yang terkandung dalam lagu itu sejalan dengan pesan yang selama ini terus disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Megawati berulang kali mengingatkan seluruh kader agar selalu turun ke bawah dan menyatu dengan rakyat.
Bagi PDI Perjuangan, kedekatan dengan masyarakat dinilai menjadi kekuatan utama yang harus dimiliki setiap kader. Karena itu, kader tidak hanya dituntut memahami ideologi partai, tetapi juga mampu menunjukkan keberpihakan melalui kerja nyata dalam menyelesaikan persoalan rakyat.