thinkgeoenergy.com/Alexander Richter
Kasubdit Investasi dan Kerja Sama Panas Bumi, Sahat Simangunsong, mengatakan bahwa sampai dengan 2018 PT Geo Dipa Energi (Persero) telah berkontribusi sebesar 6% dari jumlah kapasitas terpasang atau sebesar 115 MW yang berasal dari PLTP Dieng sebesar 60 MW dan PLTP Patuha sebesar 55 MW. Saat ini, Lapangan Chandradimuka juga merupakan bagian rencana dari pilot project penerapan dana pembiayaan infrastruktur panas bumi (PISP) yang nantinya PT Geo Dipa Energi (Persero) dapat melakukan joint venture dengan PT PLN (Persero).
"Seperti kita ketahui bersama, hingga saat ini total kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Panas Bumi adalah sebesar 1.948,5 MW atau sekitar 7% dari potensi yang ada. Dengan demikian, untuk memenuhi target 7.200 MW, maka dalam 6 tahun ke depan kita harus dapat memenuhi kekurangan kapasitas lebih dari 5.000 atau sebesar 875,25 MW/tahun. Nah, Groundbreaking PLTP Small Scale Dieng (1 x 10 MW) ini merupakan upaya dan wujud komitmen untuk mendukung program pemerintah tersebut," tutur Sahat.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi, Riki Firmandha Ibrahim, mengungkapkan bahwa PLTP skala kecil 10 MW akan memenuhi kebutuhan daya listrik di Jawa dan Bali serta diharapkan akan mendorong minat swasta membangun industri di daerah sekitar lapangan panas bumi.
"Proyek 10 MW pada akhirnya diharapkan dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga sekitar serta berkontribusi terhadap kenaikan sekitar 16% pada bonus produksi ke kas umum daerah dari tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya.