Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gerebek Markas OPM di Nduga, TNI Sita Pistol Revolver
Tim patroli Satgas Koops TNI Habema menggerebek markas sementara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Dok. Pen Koops TNI Habema)
  • TNI Habema menggerebek markas sementara OPM di Kalimin Kompleks, Nduga, setelah laporan intelijen mendeteksi aktivitas kelompok bersenjata pimpinan Army Kogoya dan Wariambo Wandikbo.
  • Dalam operasi itu, TNI menyita pistol revolver, senapan angin modifikasi, amunisi berbagai kaliber, serta senjata tajam seperti kapak dan parang yang berpotensi membahayakan masyarakat.
  • Aparat juga mengamankan bendera bintang kejora, alat komunikasi, dan perlengkapan lain; TNI menegaskan operasi dilakukan secara humanis untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Distrik Nduga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
15 April 2026

Tim patroli Satgas Koops TNI Habema menggerebek markas sementara OPM di Kalimin Kompleks, Kabupaten Nduga. Operasi ini merupakan hasil penyisiran selama tiga hari berdasarkan laporan intelijen.

kini

Kapen Koops TNI Habema menyatakan kondisi di Distrik Nduga aman dan terkendali. TNI menegaskan komitmen menjaga keamanan dengan pendekatan humanis dan profesional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    TNI menggerebek markas sementara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Nduga dan menyita sejumlah senjata api, amunisi, serta perlengkapan seperti bendera bintang kejora dan alat komunikasi.
  • Who?
    Tim patroli Satgas Koops TNI Habema melakukan operasi terhadap kelompok OPM yang dipimpin oleh Army Kogoya dan Wariambo Wandikbo di wilayah Kodap III/Ndugama.
  • Where?
    Penggerebekan berlangsung di kawasan Kalimin Kompleks, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
  • When?
    Operasi dilakukan pada Rabu, 15 April 2026, setelah penyisiran selama tiga hari berdasarkan laporan intelijen sebelumnya.
  • Why?
    Tindakan ini bertujuan mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata OPM serta meningkatkan rasa aman bagi masyarakat sekitar wilayah Nduga.
  • How?
    TNI bergerak menindaklanjuti laporan intelijen dengan operasi senyap selama tiga hari hingga menemukan markas OPM dan menyita berbagai senjata serta perlengkapan pendukung dari lokasi tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
TNI pergi ke tempat orang OPM di Nduga. Mereka cari markas yang disembunyiin. Setelah dicari, TNI nemu pistol, senapan, peluru, dan bendera bintang kejora. Ada juga ponsel dan alat bicara. Orang TNI bilang sekarang tempat itu sudah aman. Mereka mau supaya semua orang bisa hidup tenang tanpa takut lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Operasi TNI di Nduga menunjukkan penerapan kerja intelijen dan patroli yang efektif serta profesional. Dengan penyitaan berbagai senjata dan perlengkapan berbahaya, langkah ini mempersempit potensi ancaman terhadap warga. Pernyataan resmi yang menegaskan kondisi aman dan pendekatan humanis mencerminkan komitmen TNI menjaga stabilitas serta ketenangan masyarakat setempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tim patroli Satgas Koops TNI Habema menggerebek markas sementara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di kawasan Kalimin Kompleks, Kabupaten Nduga, Rabu (15/4/2026).

Dalam operasi tersebut, TNI menyita sejumlah senjata dan atribut. Langkah ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak OPM Kodap III/Ndugama serta meningkatkan rasa aman bagi masyarakat sekitar.

1. Berawal dari laporan intelijen

Tim patroli Satgas Koops TNI Habema menggerebek markas sementara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Dok. Pen Koops TNI Habema)

Operasi ini bermula dari laporan intelijen yang mendeteksi keberadaan markas OPM. Markas tersebut diduga dipimpin oleh Army Kogoya (Danyon Aluguru) dan Wariambo Wandikbo (Wadanops Kodap III/Ndugama).

Menindaklanjuti informasi itu, tim patroli Koops TNI Habema langsung bergerak. Penyisiran dilakukan secara senyap selama tiga hari, hingga 15 April 2026.

2. Sita senjata dan amunisi

Tim patroli Satgas Koops TNI Habema menggerebek markas sementara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Dok. Pen Koops TNI Habema)

Dari lokasi, aparat menemukan berbagai senjata yang berpotensi membahayakan. Di antaranya satu pistol revolver lengkap dengan nomor seri dan empat senapan angin modifikasi.

Selain itu, disita pula tujuh butir peluru kaliber 9 mm, sebuah amunisi GLM 40 mm, magasin senapan jenis AK dan HK, serta 50 butir peluru senapan angin. Senjata tajam seperti kapak dan parang juga turut diamankan.

3. Amankan bendera dan alat komunikasi

Tim patroli Satgas Koops TNI Habema menggerebek markas sementara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Dok. Pen Koops TNI Habema)

TNI juga menyita perlengkapan lain, seperti bendera bintang kejora, ponsel, handy talky, teropong, dan panel surya.

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menyatakan operasi ini menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga keamanan. Dia memastikan kondisi di Distrik Nduga saat ini aman dan terkendali dengan pendekatan yang tetap humanis dan profesional.

"Keberhasilan patroli keamanan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam menekan ruang gerak kelompok bersenjata, sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan rasa aman tanpa tekanan dan gangguan," kata Wirya Arthadiguna dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (15/4/2026).

Editorial Team