Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan, partainya mendukung multipartai sederhana karena dinilai paling cocok bagi Indonesia yang menganut rezim presidensial.
Golkar belum mengusulkan angka ideal terkait ambang batas parlemen dan memilih manut atas hasil musyawarah dan mufakat antar partai politik. Namun, Sarmuji menilai, penghapusan ambang batas paremen merupakan salah satu instrumen menuju multipartai sederhana.
"Ya, itu instrumen untuk kita menuju sistem multipartai sederhana. Sistem multipartai sederhana itu yang paling kompatibel dengan sistem pemerintahan presidensial," kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Sarmuji menjelaskan, sistem pemerintahan presidensial telah termaktub dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
"Jadi apa saja instrumen apa saja yang yang bisa diterapkan untuk menuju sistem multipartai sederhana Golkar pasti akan setuju," kata dia.
