Jakarta, IDN Times - Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan partainya telah meminta penjelasan Gubernur Kalimatan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud terkait polemik mobil dinas Rp8,5 miliar. Ia mengingatkan Rudy agar lebih mendengarkan suara rakyat di tengah kebijakan efisiensi.
Sebagaimana diketahui, pengadaan mobil dinas tersebut menuai sorotan publik karena dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dicanangkan pemerintah pusat dan daerah. Sejumlah kalangan, termasuk legislatif dan pengamat, mempertanyakan urgensi belanja tersebut.
Dalam penjelasannya, Rudy mengatakan, mobil dinas berjenis SUV Hybrid bermesin 3.000 cc diketok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024. Namun, mobil dengan teknologi hybrid tersebut harus inden.
"Kami sudah berkomunikasi dengan Gubernur Kaltim. Kami meminta lebih mendengarkan suara publik di tengah efisiensi," kata Sarmuji kepada jurnalis, Jumat (27/2/2026).
