Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
GPCI: Ada 40 Kapal dan 332 Orang yang Ditahan Israel, Termasuk WNI
Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menemui Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Sebanyak 40 kapal dan 332 aktivis, termasuk WNI, ditahan oleh militer Israel saat misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza.
  • Misi berawal dari Barcelona dan Marmaris, Turki, di mana rombongan kapal sempat diintersep serta diawasi drone dan kapal perang Israel di Laut Mediterania.
  • Sembilan WNI ikut dalam lima kapal berbeda, dengan lima di antaranya dilaporkan ditahan oleh pasukan Israel bersama ratusan relawan internasional lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
12 April 2026

Rombongan gelombang pertama kapal Global Sumud Flotilla (GSF) berangkat dari Barcelona, Spanyol menuju Gaza. Saat memasuki perairan Yunani, pasukan Israel mengintersep dan menahan lebih dari 170 orang.

sekitar dua hari, tiga hari kemudian

Sebagian besar dari lebih 170 orang yang ditahan dibebaskan setelah dua hingga tiga hari penahanan.

setelah hampir 12 hari ditahan

Dua orang peserta misi GSF baru dibebaskan setelah hampir 12 hari dalam tahanan Israel.

Kamis

Rombongan kapal kemanusiaan GSF diberangkatkan dari Albatros Marina, Marmaris, Turki dengan total sekitar 54 kapal yang membawa relawan dari berbagai negara.

18 Mei 2026 siang

Sekitar pukul 15.00 WIB, kapal-kapal peserta GSF kembali diintersep oleh pasukan Israel saat melanjutkan misi dari Marmaris bersama delegasi Indonesia.

18 Mei 2026 malam

Relawan Herman Budiyanto memberikan kesaksian secara virtual tentang pengejaran dan pemantauan oleh kapal serta drone militer Israel terhadap rombongan GSF di Laut Mediterania.

19 Mei 2026

Pengarah GPCI Ahmad Juwaini menyampaikan kepada Wakil Ketua MPR RI bahwa sekitar 40 kapal dan 332 aktivis serta jurnalis, termasuk WNI, telah ditahan oleh tentara Israel.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tentara Israel menahan sekitar 40 kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 dan menculik 332 aktivis serta jurnalis dari berbagai negara yang hendak mengirimkan bantuan ke Gaza.
  • Who?
    Pasukan militer Israel, para relawan dan jurnalis peserta misi GSF, termasuk sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam organisasi kemanusiaan dan media nasional.
  • Where?
    Penahanan terjadi di perairan Mediterania, setelah kapal-kapal berangkat dari Marmaris, Turki, menuju Gaza. Sebelumnya intersepsi juga terjadi di wilayah laut dekat Yunani.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Senin siang, 18 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, setelah rombongan berlayar sejak pertengahan April 2026 dari Barcelona dan Marmaris.
  • Why?
    Kapal-kapal tersebut ditahan karena sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk mengirim bantuan ke Gaza. Alasan resmi dari pihak Israel atas penahanan ini hingga saat ini belum diketahui.
  • How?
    Kapal GSF diintersep oleh kapal perang dan drone milik tentara Israel. Sebagian kapal berhasil menghindar melalui manuver cepat, sementara puluhan lainnya ditahan bersama ratusan penumpangnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada banyak kapal yang mau kirim bantuan ke Gaza, tapi tentara Israel menghentikan dan menahan kapal-kapal itu. Katanya ada 40 kapal dan 332 orang ditahan, termasuk orang Indonesia juga. Mereka cuma mau bantu orang di Gaza. Sekarang kapal lain masih di laut dan terus hati-hati supaya tidak dikejar lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah situasi penuh tekanan, kisah para relawan GPCI dan awak kapal GSF menunjukkan keteguhan dan keberanian luar biasa. Mereka tetap berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan meski menghadapi intersepsi militer dan pengawasan drone. Keberhasilan sebagian kapal menghindari kejaran memperlihatkan profesionalisme kru serta kuatnya semangat solidaritas lintas negara dalam misi kemanusiaan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengatakan, ada sekitar 40 kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 yang ditahan oleh tentara Israel saat akan mengirimkan bantuan ke Gaza. Total, ada 57 kapal GSF yang berangkat menuju Gaza.

Hal tersebut disampaikan Pengarah GPCI, Ahmad Juwaini saat menemui Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).

"Sampai pagi ini dalam catatan Global Freedom Flotilla yang disampaikan kepada kami sudah sekitar 40-an kapal yang ditahan, dan 332 aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara itu diculik saat ini statusnya," ujar Ahmad.

1. Kronologi terjadinya penahanan dan penculikan oleh Israel

bendera Israel (pexels.com/Leon Natan)

Ahmad mengatakan, kronologi awal mula keberangkatan kapal GSF hingga ditahan oleh militer Israel. Rombongan gelombang pertama diberangkatkan berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada 12 April 2026. Namun saat memasuki perairan Yunani, mereka diintersep pasukan Israel dan lebih dari 170 orang ditangkap.

“Sekitar dua hari, tiga hari dibebaskan. Ada dua orang yang baru dibebaskan setelah hampir 12 hari ditahan,” ujar Ahmad.

Setelah itu, misi dilanjutkan dari Marmaris, Turki, bersama delegasi Indonesia yang baru bergabung. Namun, pada Senin (18/5/2026) siang sekitar pukul 15.00 WIB, kapal-kapal peserta kembali diintersep pasukan Israel.

“Sampai pagi ini dalam catatan Global Sumud Flotilla yang disampaikan kepada kami sudah sekitar 40-an kapal yang ditahan dan 332 aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara itu diculik saat ini statusnya,” kata dia.

2. Cerita WNI ikut kapal bantuan ke Gaza dikejar militer Israel hingga diawasi drone

ilustrasi bendera Palestina (pexels.com/Pok Rie)

Rombongan kapal kemanusiaan GSF 2026 yang hendak mengirimkan bantuan ke Gaza mendapat intersepsi dari kapal militer Israel. Relawan GPCI, Herman Budiyanto, mengisahkan suasana menegangkan saat mengikuti misi GSF tersebut.

Herman mengatakan, ada sekitar 54 kapal yang diberangkatkan dari Albatros Marina, Turki. Kapal itu menampung relawan dari berbagai negara.

"Ya, kalau pemberangkatan dari Albatros itu Kamis. Hari Kamis dari Pantai Marmaris, wilayah Marmaris Turki. Dari Albatross ya, stay-nya Albatross, Marmaris. Jadi kami berangkat di sana ada 54 kapal ya. Kemudian kami bergerak. Sampai sekarang kami posisi ada di Mediterania," kata dia dalam sambungan virtual di konferensi pers, Gedung Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026) malam.

Herman mengatakan, rombongan kapal GSF sempat sempat dipantau langsung oleh kapal milik tentara Israel hingga drone. Kapal tersebut sempat mendekat dan melakukan pengejaran.

Beruntung, kapal Zapyro yang dinaikinya berhasil meloloskan diri dari kejaran tentara Israel tersebut. Hingga saat ini, kata Herman, kapal dan drone itu sudah tidak terlihat.

"Ya, alhamdulillah kami dari semalam sudah siaga untuk terus memantau pergerakan kapal-kapal, ada drone ya. Alhamdulillah malam sudah tidak ada, ada drone-drone saja, kemudian pagi baru muncul adanya kapal, dua kapal perang dari IDF. Nah kapal-kapal ini menurunkan sekoci-sekoci bergerak mendekati mengejar kapal-kapal kita," ujar Herman.

"Alhamdulillah, tim kami ini kapten, kru-nya ya dari teman-teman luar biasa berpengalaman. Mereka bisa manuver melakukan penghindaran-penghindaran jauh ya dan sudah dari sasar pengejaran IDF tadi. Dan tentu ini juga berkat pertolongan Allah, doa dari seluruh warga negara sekalian Indonesia di mana pun berada," ucap dia.

3. Sembilan WNI ikut rombongan ke Gaza, 5 orang ditahan

ilustrasi bendera Palestina (pexels.com/Monirul Islam)

WNI yang ikut dalam rombongan tersebut tersebar pada lima kapal kemanusiaan berbeda. Berikut ini sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan kapal GSF dan dilaporkan diculik oleh militer Israel:

1. Herman Budianto Sudarsono dari Dompet Dhuafa di kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di kapal Zapyro

3. ⁠ Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat di kapal Josef

4. Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso di kapal Kasri Sadabad

5. Hendro Prasetyo dari SMART 171 di kapal Kasri Sadabad

6. ⁠Jurnalis Republika, Bambang Noroyono di kapal BoraLize

7. ⁠Jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan Billah di kapal Ozgurluk

8. ⁠Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho di kapal Ozgurluk

9. Jurnalis yang berkontribusi untuk iNewsTV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia, Rahendro Herubowo di kapal Ozgurluk

Editorial Team