ilustrasi bendera Palestina (pexels.com/Pok Rie)
Rombongan kapal kemanusiaan GSF 2026 yang hendak mengirimkan bantuan ke Gaza mendapat intersepsi dari kapal militer Israel. Relawan GPCI, Herman Budiyanto, mengisahkan suasana menegangkan saat mengikuti misi GSF tersebut.
Herman mengatakan, ada sekitar 54 kapal yang diberangkatkan dari Albatros Marina, Turki. Kapal itu menampung relawan dari berbagai negara.
"Ya, kalau pemberangkatan dari Albatros itu Kamis. Hari Kamis dari Pantai Marmaris, wilayah Marmaris Turki. Dari Albatross ya, stay-nya Albatross, Marmaris. Jadi kami berangkat di sana ada 54 kapal ya. Kemudian kami bergerak. Sampai sekarang kami posisi ada di Mediterania," kata dia dalam sambungan virtual di konferensi pers, Gedung Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026) malam.
Herman mengatakan, rombongan kapal GSF sempat sempat dipantau langsung oleh kapal milik tentara Israel hingga drone. Kapal tersebut sempat mendekat dan melakukan pengejaran.
Beruntung, kapal Zapyro yang dinaikinya berhasil meloloskan diri dari kejaran tentara Israel tersebut. Hingga saat ini, kata Herman, kapal dan drone itu sudah tidak terlihat.
"Ya, alhamdulillah kami dari semalam sudah siaga untuk terus memantau pergerakan kapal-kapal, ada drone ya. Alhamdulillah malam sudah tidak ada, ada drone-drone saja, kemudian pagi baru muncul adanya kapal, dua kapal perang dari IDF. Nah kapal-kapal ini menurunkan sekoci-sekoci bergerak mendekati mengejar kapal-kapal kita," ujar Herman.
"Alhamdulillah, tim kami ini kapten, kru-nya ya dari teman-teman luar biasa berpengalaman. Mereka bisa manuver melakukan penghindaran-penghindaran jauh ya dan sudah dari sasar pengejaran IDF tadi. Dan tentu ini juga berkat pertolongan Allah, doa dari seluruh warga negara sekalian Indonesia di mana pun berada," ucap dia.