Comscore Tracker

Detik-Detik Gempa Guncang Lombok: Warga Menangis Histeris

Listrik padam dan terjadi kemacetan total

Jakarta, IDN Times - Rencana liburan Gideon Tobing bersama tiga temannya tiba-tiba berubah mencekam. Mereka disambut gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) sesaat tiba di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

1. Orang-orang berlarian dan listrik padam

Detik-Detik Gempa Guncang Lombok: Warga Menangis HisterisIstimewa

Saat gempa mengguncang Lombok, semua orang, termasuk Gideon dan teman-temannya berhamburan keluar mencari ruang terbuka. Karena panik, banyak orang menangis histeris. Susana semakin mencekam saat listrik mati total.

“Gue lagi di bandara, mau ke mobil. Tiba-tiba saja gempa kencang banget. Semua langsung lari ke tempat kebuka. Ada yang sambil teriak dan nangis juga. Listrik pun mati,” kata mahasiswa yang tengah menimba ilmu di Amerika Serikat itu kepada IDN Times, Minggu (5/8).

Baca Juga: Bandara Lombok Kembali Beroperasi Pasca-Gempa

2. Petugas BNPB sempat menenangkan warga

Detik-Detik Gempa Guncang Lombok: Warga Menangis HisterisDok. IDN Times/Istimewa

Akibat semua orang di saat yang sama ingin mencari tempat aman, jalanan pun terjadi kemacetan total. Petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang tak jauh dari Gideon terlihat mencoba menenangkan warga.

Pria berusia 21 tahun tersebut saat ini sudah mengungsi di salah satu kantor pemerintahan di Lombok.

3. Peringatan tsunami sudah berakhir

Detik-Detik Gempa Guncang Lombok: Warga Menangis HisterisDok. IDN Times/Istimewa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencabut peringatan tsunami pada pukul 21.25 WIB.

Sementara, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Benacana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, telah terjadi tsunami di Lombok.

"Tsunami memang terjadi di pantai, tetapi kecil hanya setinggi 9-13 cm. Tsunami tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan," kata Sutopo.

Sutopo melanjutkan, saat ini gempa susulan masih berlangsung. Sudah 21 kali gempa susulan dengan intensitas lebih kecil. 

Sutopo menjelaskan, terdapat beberapa kerugian materil di beberapa tempat. Di Kabupaten Sumbawa Barat, tercatat satu unit rumah rusak berat. Di Kabupaten Badung, tercarat satu unit rumah rusak sedang.

"Di Kota Denpasar, Gedung Matahari Departemen Store mengalami kerusakan. Terdata tiga lokasi mengalami rumah rusak, masih dalam pendataan," kata Sutopo.

Di Kabupaten Lombok Utara, lanjut dia, gempa dirasakan kuat oleh masyarakat. Mereka berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri atau mengevakuasi masing-masing. Listrik juga padam di beberapa daerah.

Sementara, di Kabupaten Lombok Timur gempa juga dirasakan kuat oleh masyarakat. Listrik padam di beberapa daerah dan masyarakat juga berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.

Di Kabupaten Sumbawa Barat, satu unit rumah rusak berat di Kecamatan Taliwang, Kelurahan Sampir.

"Gempa dirasakan kuat selama 1-5 detik. Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah. BPBD Kabupaten Sumbawa Barat sedang melakukan evakuasi dan pendataan," kata Sutopo.

Kemudian, di Kabupaten Badung, gempa dirasakan kuat oleh masyarakat. Mereka berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri

"Saat ini terdata satu unit rumah rusak sedang. BPBD sedang melakukan evakuasi, penyisiran dan pendataan bangunan serta korban jiwa yang terdampak," ujar Sutopo.

Di Kabupaten Mataram, kata Sutopo, gempa juga dirasakan kuat oleh masyarakat dan mereka berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Selain lisrik padam di beberapa daerah, terjadi kemacetan total di jalan raya lantaran kepanikan masyarakat terkait informasi tsunami.

Kita doakan, semoga tidak ada korban jiwa dan kerusakan parah ya guys.

Baca Juga: Peringatan Dini Tsunami Berakhir, Begini Dampak Gempa di Lombok

Topic:

  • Rochmanudin
  • Yogie Fadila

Berita Terkini Lainnya