Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gus Ipul Coret 11 Ribu Penerima Bansos dari DTSEN agar Tepat Sasaran
Ilustrasi bansos/ Dok Kemensos
  • Kemensos dan BPS memperbarui DTSEN Volume 2 untuk memastikan penyaluran bansos Triwulan II 2026 lebih akurat dan tepat sasaran.
  • Sekitar 11.014 keluarga dicoret dari daftar penerima karena inclusion error, sementara ribuan keluarga baru terklasifikasi melalui pemeriksaan lapangan.
  • Kemensos membuka kanal resmi bagi masyarakat yang ingin menyanggah data serta mengintegrasikan DTSEN dengan data kependudukan agar transparansi dan validitas semakin kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
15 April 2025

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dilakukan untuk meningkatkan akurasi data penerima bansos.

Triwulan I 2026

Sebanyak 11.014 keluarga penerima manfaat dicoret dari daftar penerima bansos berdasarkan hasil DTSEN Volume 2 tahun 2026, setara dengan 0,06 persen dari total penerima periode ini.

Triwulan II tahun 2026

Kementerian Sosial bersama BPS menggunakan hasil pembaruan DTSEN Volume 2 sebagai dasar penyaluran bansos agar lebih tepat sasaran dan transparan.

kini

Kemensos membuka kanal resmi bagi masyarakat untuk mengajukan sanggahan terkait status penerima bansos dan memastikan penyaluran bantuan berjalan akurat serta terbuka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Sosial melakukan pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) volume 2 dan mencoret sekitar 11.014 keluarga penerima manfaat dari daftar penerima bantuan sosial Triwulan II tahun 2026.
  • Who?
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama tim Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik yang terlibat dalam pembaruan data penerima bantuan sosial.
  • Where?
    Kegiatan pemutakhiran data dilakukan secara nasional dengan koordinasi pusat di Jakarta serta melibatkan verifikasi lapangan di berbagai daerah di Indonesia.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Rabu, 15 April 2025, sebagai bagian dari persiapan penyaluran bantuan sosial untuk Triwulan II tahun 2026.
  • Why?
    Pemutakhiran dilakukan untuk meningkatkan akurasi data, menghindari inclusion error, serta memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran bagi keluarga yang berhak menerima.
  • How?
    Kemensos memperbarui DTSEN melalui integrasi dengan data kependudukan Dukcapil, melakukan ground check lapangan, serta membuka kanal resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan sanggahan atau laporan terkait status penerimaan bansos.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gus Ipul bilang ada banyak orang yang dulu dapat bantuan, tapi sekarang tidak semua dapat lagi. Ada sebelas ribu keluarga dihapus dari daftar karena datanya salah. Tapi ada juga keluarga baru yang masuk dan bisa dapat bantuan. Sekarang pemerintah mau bantu orang yang benar-benar butuh, dan orang boleh lapor kalau merasa salah data.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemutakhiran DTSEN yang dilakukan Kemensos bersama BPS menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk memastikan bantuan sosial diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan. Dengan mencoret data yang tidak tepat dan menambahkan penerima baru hasil verifikasi lapangan, proses ini memperkuat transparansi, akurasi, serta membuka ruang partisipasi masyarakat dalam menjaga keadilan penyaluran bansos.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesKementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) volume 2 sebagai dasar penyaluran bantuan sosial (bansos) Triwulan II tahun 2026. Pembaruan ini dilakukan guna memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan pembaruan DTSEN secara berkala merupakan langkah untuk meningkatkan akurasi data penerima bansos.

“Ada yang sebelumnya tidak menerima, sekarang menerima. Dan ada yang selama ini menerima tetapi masuk ke inclusion error, sehingga tidak menerima lagi. Jadi memang data ini dinamis,” ujarnya, Rabu (15/4/2025).

1. Sebanyak 11 penerima dicoret

Mensos Saifullah Yusuf bersama Menkop Ferry Juliantono, Menteri Desa Yandri Susanto, menghadiri penandatanganan PKS PM bansos melalui Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Serang, Selasa (24/2/2026). (Dok. Biro Humas Kemensos)

Berdasarkan DTSEN Volume 2 tahun 2026, terdapat sekitar 11.014 keluarga penerima manfaat (KPM) yang dikeluarkan dari daftar penerima bansos (inclusion error). Angka ini setara dengan 0,06 persen dari total penerima bansos Triwulan I 2026.

Kemensos juga memasukkan penerima baru dari hasil pemutakhiran data. Dari 77.014 keluarga yang sebelumnya belum memiliki desil, sebanyak 27.176 keluarga kini sudah terklasifikasi melalui ground check.

"Sebanyak 25.665 keluarga di antaranya masuk dalam desil 1–4 dan berpotensi menjadi penerima bansos, sementara 1.511 keluarga berada di desil 5 sampai 10 dan masuk ke data inclusion error," ujarnya.

2. Kemensos buka kanal resmi

Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial (Kemensos) gelar Rapat Koordinasi Nasional DTSEN di Hall Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (13/11/2025). (Dok. Kemensos)

Gus Ipul menegaskan bahwa Kementerian Sosial membuka kanal resmi bagi masyarakat yang ingin mengajukan sanggahan atau laporan terkait status penerima bansos.

"Untuk yang merasa keberatan tentu diperbolehkan, salurannya sudah kita siapkan. Dengan harapan disertai bukti sehingga bisa kami nilai untuk kelanjutannya," katanya.

3. Kemensos pastikan penyaluran bansos tepat

Ilustrasi Bansos (Foto: IDN Times)

Gus Ipul menegaskan bahwa Kemensos transparan dengan data dan membuka partisipasi masyarakat seluas-luasnya.

Selain itu, pemutakhiran DTSEN juga telah diintegrasikan dengan data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat validitas data.

"Melalui langkah ini, Kemensos memastikan penyaluran bansos Triwulan II tahun 2026 lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran," katanya.

Editorial Team