Jakarta, IDN Times - Hakim ketua di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto, menilai cara yang digunakan oleh empat anggota TNI dalam menyiram air keras terhadap Andrie Yunus amatir. Sebab, wajah pelaku justru terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Menurut perwira menengah di TNI Angkatan Darat (AD) itu, tindakan tersebut terkesan tidak terencana dengan baik dan bahkan memalukan institusi.
"Saya itu, kan bukan orang intel. Mungkin teman-teman juga sama yang tentara-tentara ini. Lihat kayak gitu kok yang PH (penasihat hukum) bilang, kok amatir banget gitu lho. Jadi, gemes saya lihatnya," ujar Fredy di dalam sidang lanjutan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu (6/5/2026).
"Kasih saja orang gak usah terlatih, gak usah orang BAIS (Badan Intelijen Strategis). Ini kan malu-maluin BAIS. Kok caranya jelek banget? Berantakan," lanjutnya.
Komentar yang dilontarkan oleh Fredy kemudian ditanyakan kepada Komandan Detasemen Markas BAIS TNI, Kolonel Inf Heri Haryadi. Ia merupakan atasan tempat empat terdakwa sehari-hari bertugas. Heri menanggapi dengan menyatakan pihaknya tidak dalam posisi menilai tindakan tersebut, seraya menegaskan bahwa keseharian personel Denma BAIS lebih berfokus pada fungsi pelayanan internal.
"Siap. Izin, kami tidak berpendapat masalah itunya, tapi kami …," ujar Heri, sebelum dipotong Fredy.
"Pribadi saja, ini kok goblok banget," kata Fredy menimpali.
