Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Pertama Jabat Menko, Dudung Singgung Kondisi Politik Tak Landai
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman usai resmi melepas Djamari Chaniago dari kantor Kemenko Polkaam. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Pada hari pertama menjabat Menko Polkam, Dudung Abdurachman menyebut situasi politik nasional penuh dinamika dan memerlukan koordinasi agar program prioritas Presiden tidak terhambat.
  • Dudung menyoroti perhatian publik terhadap gugatan di Mahkamah Konstitusi, tanpa merinci perkara, serta menyatakan pemerintah akan menghormati dan mematuhi putusan hakim konstitusi.
  • Ia mengimbau masyarakat tidak membangun persepsi sendiri di media sosial, demi menjaga persatuan agar situasi politik tidak makin runyam; Dudung sebelumnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan selama lima bulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (5/10/2026)

Dudung Abdurachman mulai menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Ia menyoroti situasi politik yang dinamis dan menekankan perlunya koordinasi agar program prioritas presiden tidak terhambat.

hingga hari ini

Belum ada putusan MK atas gugatan perselisihan hasil pemilu terkait keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dudung Abdurachman menyinggung dinamika politik nasional yang dinilainya tidak landai dan menyatakan perlunya koordinasi serta sinkronisasi agar situasi tidak menghambat program prioritas presiden.
  • Who?
    Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, pejabat Kemenko Polkam, Mahkamah Konstitusi, serta masyarakat yang diminta menjaga persatuan.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta, setelah Dudung melakukan serah terima jabatan dengan Djamari Chaniago dan memberikan paparan kepada para petinggi Kemenko Polkam.
  • When?
    Pada Senin, 5 Oktober 2026, hari pertama Dudung Abdurachman menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
  • Why?
    Dudung menyebut situasi politik sedang menjadi perhatian publik, termasuk terkait putusan gugatan di Mahkamah Konstitusi yang hingga saat ini belum ada kepastian putusannya.
  • How?
    Pemerintah akan mengoordinasikan dan menyinkronkan langkah, mematuhi putusan hakim konstitusi, serta mengimbau masyarakat tidak membangun persepsi sendiri di media sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dudung Abdurachman mulai jadi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan. Ia bilang keadaan politik bisa ramai dan tidak selalu tenang. Dudung mengajak semua pihak bekerja sama agar keadaan membaik. Ia juga meminta orang-orang tidak membuat dugaan sendiri di media sosial soal perkara di Mahkamah Konstitusi. Pemerintah akan mengikuti keputusan hakim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dudung Abdurachman menempatkan dinamika politik sebagai alasan untuk memperkuat koordinasi dan sinkronisasi antarlembaga, sembari menegaskan komitmen pemerintah mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi. Penekanannya pada supremasi hukum serta keutuhan dan persatuan bangsa menunjukkan upaya menjaga ruang publik tetap kondusif agar program prioritas pemerintah tidak terhambat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Momen menarik tercipta pada hari pertama Dudung Abdurachman menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada Senin (5/10/2026). Pada saat menyampaikan paparan kepada para petinggi di Kemenko Polkam, Dudung menyinggung kondisi politik di Tanah Air yang penuh dinamika dan tidak dalam keadaan landai. Dengan demikian, kata dia, butuh koordinasi dan sinkronisasi agar situasi tidak memburuk.

"Ke depan juga pasti situasi politik tidak landai-landai saja. Saat ini, kita lihat di media, perlu ada kerja keras yang harus kita hadapi. Kami koordinasikan, sinkronisasikan sehingga ujungnya bahwa situasinya akan semakin membaik, sehingga tidak merubah atau menghambat program prioritas Bapak presiden," kata Dudung usai melakukan serah terima jabatan dengan Djamari Chaniago.

Ketika ditanyakan kembali maksud pernyataannya tentang situasi politik di dalam negeri yang tidak landai, mantan KSAD itu menyinggung soal putusan dari gugatan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dudung tidak menyebut gugatan yang dimaksud merupakan perselisihan hasil pemilihan umum yang mempermasalahkan keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dia hanya menyebut pihaknya mengantisipasi putusan dari gugatan di MK yang sedang jadi perhatian luas publik.

"Tentang situasi politik, kami lihat di media saat ini sedang tren, kami sikapi bagaimana keputusan dari majelis konstitusi, mahkamah konstitusi. Nanti kita lihat," kata dia.

Dia mengatakan, pemerintah bakal menjunjung tinggi dan mematuhi apa pun putusan hakim konstitusi. Padahal, hingga hari ini belum ada putusan dari gugatan perselisihan hasil pemilu menyangkut keabsahan ijazah Gibran.

Dia pun turut meminta masyarakat agar tidak membuat berbagai persepsi menyangkut gugatan tersebut. Keutuhan dan persatuan bangsa, kata Dudung, harus diutamakan.

"Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa di media sosial tidak membuat persepsi masing-masing. Kita tetap jaga keutuhan, persatuan dan kesatuan sehingga situasi politik tidak kemudian semakin runyam," kata dia.

Pada bagian akhir pidatonya, Dudung turut menyinggung pemerintah percaya pada kemampuan hakim konstitusi bakal memegang teguh supremasi hukum.

Sebelum menuju ke Kemenko Polkam, Dudung lebih dulu melakukan serah terima jabatan kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kantor Staf Presiden (KSP). Dudung diketahui menjabat sebagai KSP selama lima bulan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article