Jakarta, IDN Times - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut mantan Ketua KPU Hasyim Asy'ari mendapat tekanan beberapa pekan usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi.
Hal itu ia sampaikan dalam nota pembelaan yang dibacakan dalam sidang dugaan korupsi dan perintangan penyidikan kasus Harun Masiku di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.
"Beberapa minggu setelah Saudara Hasyim Asy’ari diperiksa di KPK, saya mendengarkan bahwa yang bersangkutan ditekan karena telah menyewa private jet ketika menjadi Ketua KPU," ujar Hasto, Kamis (10/7/2025).
"Karena itu bukan satu kebetulan, satu hari sebelum pemeriksaan Hasyim Asy’ari di persidangan ini, muncul pemberitaan di media massa berkaitan dengan charter Private jet tersebut," imbuhnya.
Diketahui, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto didakwa telah melakukan perintangan penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus eks caleg PDIP Harun Masiku.
Pertama, Hasto diduga memerintahkan Harun Masiku merendam ponsel agar tidak terlacak usai KPK menangkap Wahyu Setiawan. Kedua, Hasto meminta ajudannya, Kusnadi, merendam ponsel milik Sekjen PDIP itu saat diperiksa di KPK pada Juni 2024.
Selain itu, ia juga didakwa turut serta menyuap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Suap senilai Rp600 juta itu diberikan agar Wahyu Setiawan mengurus penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR 2019-2024 Harun Masiku.
Hasto didakwa telah melanggar Pasal 5 atau Pasal 13 serta Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Kourpsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Hasto Sebut Eks Ketua KPU Ditekan karena Sewa Private Jet

Sidang Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto (dok. PDIP)
Curated For You
- Sekjen PDIP Hasto Susun Pembelaan Setebal 108 Halaman Ditulis Tangan10 Jul 2025, 10:14 WIB
Editorial Team
EditorDwi Agustiar
Related Article
Cuaca Jogja Hari Ini 9 September 2026, Didominasi Berawan09 Sep 2026, 07:02 WIB
Abu Vulkanik Masih Ada, PJJ Sekolah di Lampung Selatan Diperpanjang09 Sep 2026, 07:02 WIB
Jenis-Jenis Gunung Api di Indonesia, Anak Krakatau Masuk Tipe A09 Sep 2026, 07:00 WIB
Interview Kerja Terasa Lancar Tapi Gagal? Ternyata Ini 5 Penyebabnya!09 Sep 2026, 07:00 WIB
Layani 12,7 Juta Pelanggan di Jateng, Bos PLN Turun Langsung ke Loket09 Sep 2026, 06:30 WIB
Cuaca Semarang Rabu: Siang Panas 34 Derajat Nyelekit di Kulit, Waspada Karhutla!09 Sep 2026, 06:11 WIB
Abu Krakatau Tak Sampai Semarang, Dinkes Ingatkan Ada Ancaman Lain09 Sep 2026, 06:04 WIB
Tatap Muka Batal, PJJ Sekolah di Lampung Lanjut hingga 10 September09 Sep 2026, 06:01 WIB
Kemenhut Segel Lahan Bekas Karhutla yang Ditanami Sawit di Kalbar09 Sep 2026, 06:00 WIB
TOP 5: Febrie Diperiksa Kejagung hingga Bandara Beroperasi Kembali09 Sep 2026, 05:00 WIB
Mantan Guru Pengganti di Finlandia Diadili Kasus Pelecehan 361 Anak09 Sep 2026, 02:08 WIB
Rusia dan Korut Resmikan Jembatan Jalan Raya Pertama09 Sep 2026, 01:34 WIB
Selalu Mendahulukan Pasangan? Ini Bahaya yang Sering Tak Disadari09 Sep 2026, 01:00 WIB
Nepal Tindak Tegas Perundungan Daring terhadap Penyintas Banjir09 Sep 2026, 00:53 WIB
Bercanda Main Busur, Pelipis Remaja di Makassar Tertancap Anak Panah08 Sep 2026, 23:32 WIB
Dari Umpan Rumahan ke Produk Siap Pakai, Umpan Djempol Ikuti Perubahan08 Sep 2026, 23:27 WIB
Bandara Soetta Dibuka, Penerbangan Makassar-Jakarta Kembali Normal08 Sep 2026, 23:12 WIB
Viral Dugaan Perpeloncoan di FMIPA Unhas, Mahasiswa Diduga Ditampar08 Sep 2026, 23:10 WIB
Desak Stop MBG, Emak-Emak Pukul Panci dari Tugu Jogja ke UGM 08 Sep 2026, 23:04 WIB
Polda Sulsel Mengaku Belum Temukan Polisi Terima Setoran dari Passobis08 Sep 2026, 23:03 WIB