Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260126_121907.jpg
Kondisi Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Intinya sih...

  • Kerusakan jalan menyebabkan kecelakaan

  • Penerangan malam minim, meningkatkan risiko kecelakaan

  • Pengendara meminta pemerintah segera perbaiki jalan rusak

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Kondisi Jalan Raya Narogong, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan.

Pantauan IDN Times, Jalan tersebut terlihat terdapat sejumlah lubang. Kerusakan itu terlihat pada ruas jalan utama tersebut. Bahkan, terdapat lubang yang diperkirakan memiliki mencapai 20 sentimeter.

Lubang-lubang dengan kedalaman bervariasi memaksa pengendara, khususnya sepeda motor, untuk memperlambat laju kendaraan dan bermanuver untuk menghindari bagian jalan yang rusak.

1. Kerap terjadi kecelakaan

Kondisi Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Sementara, salah satu pengendara sepeda motor, Reiza (32) menyayangkan kondisi tersebut. Dia mengatakan, jalan berlubang itu kerap menimbulkan kecelakaan.

"Iya (sering kejadian kecelakaan), kebanyakan yang kecelakaan ini pengendara sepeda motor," katanya saat ditemui di lokasi, Senin (26/1/2026).

2. Minim penerangan

Kondisi Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Reiza juga menyampaikan, penerangan pada malam hari sangat minim. Sehingga, pengendara sepeda motor maupun pengendara mobil harus lebih berhati-hati saat melintas di Jalan Raya Narogong.

"Kalau malam gelap, apalagi kalau kondisi hujan. Bahaya banget untuk pengendara yang lewat," jelas dia.

3. Minta pemerintah segera perbaiki jalan rusak

Kondisi Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Diketahui, Jalan Raya Narogong merupakan jalan milik Provinsi Jawa Barat. Jalan tersebut juga merupakan jalur utama dari arah Kota Bekasi menuju Cileungsi, Kabupaten Bogor dan sebaliknya.

Selain itu, jalan itu juga menjadi jalan utama bagi truk sampah yang menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Saya sih berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Soalnya bahaya juga ini," ucap dia.

Editorial Team