Mimpi Rumah Subsidi di Bekasi Tenggelam oleh Banjir

- Nurbaiti menyesal membeli rumah subsidi yang terendam banjir hingga dua meter, meski dijanjikan bebas banjir dan cicilan terjangkau.
- 400 kepala keluarga di Perumahan Nebraska Terrace terdampak langsung oleh banjir, dengan ketinggian air mencapai dua meter.
- Banjir berulang menimbulkan pertanyaan soal kelayakan tata ruang, kualitas pembangunan, dan pengawasan proyek perumahan rakyat di Bekasi.
Bekasi, IDN Times - Harapan punya rumah layak berubah menjadi penyesalan mendalam bagi Nurbaiti (60), warga Perumahan Nebraska Terrace, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Rumah subsidi yang ia cicil Rp1,5 juta per bulan sejak delapan bulan lalu terendam banjir hingga setinggi dua meter.
Genangan air terjadi sejak Jumat, 23 Januari 2026, dan belum sepenuhnya surut hingga Senin, 26 Januari 2026. Banjir membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa sebagian dari mereka mengungsi.
"Tahu begini (banjir) juga, saya tidak mau ngambil (rumah) di sini," kata Nurbaiti, Senin (26/1/2026).
1. Janji manis pemasaran

Nurbaiti mengaku, memilih rumah subsidi tersebut karena janji manis pemasaran yang menyebut kawasan Perumahan Nebraska Terrace bebas banjir. Selain itu, besaran cicilan yang setara biaya kontrakan menjadi pertimbangan utama.
"Ngambil cicilan kan hampir Rp1,5 juta subsidi, jadi maka diambil rumah ini di sini, daripada mengontrak, yaudahlah uang sama dengan kita kalo ngontrak, ini kan dapat rumah, itu aja," ujar dia.
Namun, realitas berkata lain. Hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi memicu luapan Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan merendam ratusan rumah warga.
2. Banjir tidak semata akibat curah hujan tinggi

Menurut Nurbaiti, banjir tidak semata akibat curah hujan tinggi, tetapi juga dipicu buruknya konstruksi Kali CBL di sekitar perumahan.
"Masalahnya di sini kalau saya lihat, itu kan pertemuan kali CBL itu tidak dicor, maksudnya ini hebel yang ditingkat-tingkatkan saja. Ketika debit air itu banyak, hujan terlalu banyak, jadi tidak tertampung dia, akhirnya bocor," kata Nurbaiti.
Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan melakukan perbaikan menyeluruh agar banjir serupa tidak terus berulang.
"Kalau itu dibenarin konstruksi (Kali CBL), ini (banjir) tidak akan terjadi, hujan besar juga tidak akan terjadi, ini masa di hari pertama sampai satu atap, kan kasihan orang," beber dia.
3. Ada empat ratus KK terdampak banjir

Ketua RT 04 RW 02, Andruw (35), menyebutkan Perumahan Nebraska Terrace memiliki sekitar 900 unit rumah. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 kepala keluarga telah menempati rumah dan terdampak langsung banjir.
"Untuk perumahan ini ada 900 rumah. Untuk KK (kepala keluarga) ini sekitar 400 KK yang sudah menempati rumah di sini," kata dia saat ditemui di lokasi, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, ketinggian air sempat mencapai dua meter dan mulai surut pada Minggu sore. Namun, hujan deras kembali turun pada Senin dini hari dan membuat banjir datang lagi.
"Sudah melakukan bersih-bersih, sudah bertempat tinggal juga di rumah. Cuma, tadi malam hujan kembali besar. Sampai subuh, beberapa warga juga sudah mulai evakuasi kembali subuh tadi," kata dia.
Banjir yang berulang di kawasan rumah subsidi ini menimbulkan pertanyaan besar soal kelayakan tata ruang, kualitas pembangunan, serta pengawasan proyek perumahan rakyat. Warga kini hanya berharap, rumah yang mereka beli dengan susah payah benar-benar bisa menjadi tempat tinggal yang aman dan layak, bukan sumber bencana baru.
















