Akibat Banjir, Warga Perumahan Subsidi Bekasi Minta Gratiskan Cicilan

- Warga Nebraska Terrace meminta cicilan digratiskan setelah banjir terbesar yang mencapai ketinggian 2 meter pada Januari 2026.
- Jeremia dan keluarganya butuh untuk mengontrak tempat tinggal lain karena khawatir dengan banjir yang sering terjadi di Nebraska Terrace.
- Sebanyak 400 kepala keluarga dari total 900 unit rumah di Nebraska Terrace terdampak langsung oleh banjir, yang membuat mereka berharap agar rumah mereka bisa menjadi tempat tinggal yang aman dan layak.
Bekasi, IDN Times - Perumahan subsidi bernama Nebraska Terrace yang berlokasi di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, terendam banjir sejak Jumat (23/1/2026) hingga Senin (26/1/2026) sore.
Salah satu warga, Jeremia (27) menyampaikan dirinya telah tinggal di Nebraska Terrace sejak 2023. Selama dia tinggal lebih dari dua tahun, Jeremia mengaku telah mengalami banjir sebanyak enam kali.
"Memang tahun pertama waktu rumah ini jadi, memang nggak ada banjir. Setelah tahun kedua itu, 2024 atau 2025 awal gitu, itu banjir," katanya, Senin (26/1/2026).
1. Minta cicilan digratiskan

Jeremia mengatakan, Januari 2026 merupakan banjir terbesar yang dia alami selama tinggal di Nebraska Terrace. Bahkan ketinggian air pada Jumat (23/1/2026), mencapai 2 meter.
Atas peristiwa yang dialaminya, Jeremia meminta agar pihak pengembang dapat menggratiskan cicilan selama dua sampai tiga bulan.
"Saya sih pengennya penangguhan dulu nanti 2 sampai 3 bulan. Penangguhannya itu digratiskan. Istilahnya jangan nambah ke cicilan tahun depannya lagi," kata dia.
2. Butuh untuk mengontrak

Jeremia juga mengatakan, permintaan penggratisan cicilan itu untuk keperluan dirinya bersama keluarganya membayar kontrakan. Sebab, ia yang memiliki anak berusia kurang dari satu tahun khawatir jika banjir kembali terjadi.
"Makanya ini kita mau coba ngontrak dulu aja. Gara-gara kan anak kecil kasian juga kan. Terus yang kedua, Imlek juga belum lewat kan. Yang kita takutkan kan setiap Imlek kan hujannya lebih parah lagi," jelas dia.
Jika punya rezeki lebih, lanjut Jeremia, dia pun lebih memilih mencari tempat tinggal lain yang lebih terbebas dari musibah banjir.
"Meninggalkan sih. Karena kalau diteruskan juga percuma. Yang ada, kita rugi waktu. Saya udah rugi finansial juga, tenaga juga. Kayak saya sendiri cuti kerja udah berapa hari nih," kata dia.
3. Ada 400 KK terdampak banjir

Ketua RT 04 RW 02, Andruw (35), menyebutkan Perumahan Nebraska Terrace memiliki sekitar 900 unit rumah. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 kepala keluarga telah menempati rumah dan terdampak langsung banjir.
"Untuk perumahan ini ada 900 rumah. Untuk KK (kepala keluarga) ini sekitar 400 KK yang sudah menempati rumah di sini," kata dia saat ditemui di lokasi, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, ketinggian air sempat mencapai dua meter dan mulai surut pada Minggu sore. Namun, hujan deras kembali turun pada Senin dini hari dan membuat banjir datang lagi.
"Sudah melakukan bersih-bersih, sudah bertempat tinggal juga di rumah. Cuma, tadi malam hujan kembali besar. Sampai subuh, beberapa warga juga sudah mulai evakuasi kembali subuh tadi," kata dia.
Banjir yang berulang di kawasan rumah subsidi ini menimbulkan pertanyaan besar soal kelayakan tata ruang, kualitas pembangunan, serta pengawasan proyek perumahan rakyat. Warga kini hanya berharap, rumah yang mereka beli dengan susah payah benar-benar bisa menjadi tempat tinggal yang aman dan layak, bukan sumber bencana baru.






![[QUIZ] Tes Seberapa Luas Wawasan Kamu Tentang Sejarah Kenabian, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20250330/kusi-kisah-nabi-cover-7d0b3b2b4abad8912775212d324e6661.jpg)









