Persediaan sembako di supermarket (IDN Times/Denny Adhietya Febrian)
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Roy N Mandey, membenarkan bahwa pada Senin (2/3) terjadi panic buying di masyarakat. Masyarakat menumpuk bahan makanan dipicu pernyataan Presiden Joko Widodo soal dua warga yang positif terkena virus corona.
Panic buying terjadi sejak Senin siang hingga sore di Jakarta, lalu menyebar ke kota lain seperti Surabaya.
"Lebih kurang 5-6 kota yang terjadi gejolak ini. Tapi kita dengan seluruh deputi kabupaten kota berupaya untuk menenangkan masyarakat bahwa tidak perlu panic buying," kata Roy dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (3/3).
Roy menambahkan, kini panic buying sudah tidak terjadi di masyarakat. "Sekarang masyarakat di kota tersebut sudah berbelanja dengan wajar," katanya.
Akibat panic buying, lanjut Roy, terjadi kenaikan harga rata-rata 10-15 persen. "Kami belum dapat data yang lebih detail kenaikan harga. Tapi kalau diambil rata-rata dari semua jenis retail, minimarket, supermarket, grosir, departement store gak akan lebih dari 10-15 persen," katanya.
Roy juga memastikan kini harga sudah normal kembali. "Masyarakat semakin smart, semakin mengerti penjelasan resmi dari pemerintah dapat mengedukasi masyarakat berbelanja dengan normal," katanya.