ilustrasi kebakaran hutan (pixabay.com/Ylvers)
Penurunan hotspot belum berarti seluruh kebakaran telah padam atau kualitas udara langsung kembali normal. Asap yang sudah terbentuk masih dapat bertahan dan berpindah mengikuti kondisi angin dan atmosfer.
Pantauan PM2,5 juga menunjukkan kualitas udara di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada dalam kategori baik hingga sedang, tetapi sejumlah area di Sumatera dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Beberapa wilayah bahkan terpantau dalam kategori berbahaya.
Pantauan BMKG Aviation pada Kamis (24/9) dini hari juga menunjukkan asap masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah provinsi prioritas. Jarak pandang di Palangka Raya dan Pontianak sekitar 1,5 kilometer, Banjarmasin sekitar 3 kilometer, Jambi dan Palembang sekitar 5 kilometer, serta Pekanbaru sekitar 6 kilometer dengan hujan ringan.
Di darat, Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dan pihak terkait terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, dan pendinginan.
Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau mengikuti informasi kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kualitas udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar.
Laporan terkait karhutla dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.