Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ibas Apresiasi Peran PATRIA, Ajak Jadi Penggerak Solusi Bangsa
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menerima audiensi jajaran pengurus Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) di Kompleks DPR RI. (Dok. MPR RI).
  • Ibas mengapresiasi pengakuan negara terhadap PATRIA sebagai wadah alumni PMKRI dan menekankan pentingnya harmoni, demokrasi, serta kesejahteraan dalam memperkuat persatuan bangsa.
  • Ia mendorong PATRIA menjadi mitra kritis dan penggerak solusi bangsa melalui program peningkatan SDM, kolaborasi kebijakan publik, serta peran aktif menjaga nilai kebangsaan.
  • PATRIA berkomitmen pada gerakan ekologis nasional seperti penanaman sejuta pohon dan pengelolaan sampah komunitas, yang mendapat dukungan dari anggota Fraksi Partai Demokrat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
8 April 2026

Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menerima audiensi pengurus PATRIA di Kompleks DPR RI. Ia mengapresiasi pengakuan negara terhadap PATRIA dan menekankan pentingnya harmoni, demokrasi, serta kesejahteraan sebagai nilai utama kebangsaan.

kini

PATRIA berkomitmen mendorong Gerakan Satu Juta Pohon dan solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas. Fraksi Partai Demokrat menyatakan dukungan kolaboratif terhadap inisiatif ekologis dan sosial tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menerima audiensi pengurus PATRIA untuk membahas sinergi antara parlemen dan organisasi alumni dalam memperkuat nilai kebangsaan, demokrasi, serta kesejahteraan rakyat.
  • Who?
    Edhie Baskoro Yudhoyono bersama jajaran pengurus Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA), termasuk Ketua Umum Agustinus Tamo Mbapa dan anggota DPR seperti Marwan Cik Asan serta Rizki Natakusumah.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di Kompleks DPR RI, Jakarta, sebagai lokasi audiensi resmi antara perwakilan parlemen dan organisasi masyarakat sipil tersebut.
  • When?
    Audiensi dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026, sesuai keterangan yang disampaikan oleh Edhie Baskoro Yudhoyono dalam pernyataannya kepada media.
  • Why?
    Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara parlemen dan PATRIA dalam menjaga harmoni nasional, mendorong demokrasi partisipatif, serta memastikan pembangunan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
  • How?
    Audiensi dilakukan melalui dialog kebangsaan bertema “Sinergi PATRIA–Parlemen: Harmoni, Demokrasi, Kesejahteraan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ibas ketemu orang-orang dari PATRIA di gedung DPR. Mereka ngobrol tentang kerja sama supaya Indonesia jadi rukun dan sejahtera. Ibas bilang semua orang harus saling dengar dan bantu rakyat. PATRIA mau bantu jaga alam, tanam banyak pohon, dan buat tempat belajar. Sekarang mereka mau kerja bareng biar semua orang senang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pertemuan antara Ibas dan PATRIA menampilkan semangat kolaboratif yang kuat antara parlemen dan masyarakat sipil untuk memperkuat nilai harmoni, demokrasi, dan kesejahteraan. Pengakuan terhadap peran PATRIA sebagai kekuatan moral dan intelektual menunjukkan apresiasi terhadap kontribusi nyata alumni muda dalam membangun bangsa, termasuk melalui program ekologis dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menerima audiensi jajaran pengurus Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) di Kompleks DPR RI. Dia mengapresiasi atas pengakuan negara terhadap PATRIA sebagai wadah alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Audiensi tersebut mengangkat tema “Sinergi PATRIA – Parlemen: Harmoni, Demokrasi, Kesejahteraan” sekaligus menjadi ruang dialog kebangsaan antara parlemen dan elemen masyarakat sipil dalam memperkuat nilai persatuan, demokrasi, dan pembangunan yang inklusif.

“Ini bukan hanya legitimasi organisasi, tetapi juga penguatan peran kebangsaan. Alumni PMKRI hadir sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial dalam membangun Indonesia,” ujar Ibas dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

1. Harmoni jadi kunci menjaga persatuan bangsa

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat menghadiri acara Hari Bhakti Imigrasi 2026. (Dok. MPR RI).

Ibas mengatakan, tema audiensi mencerminkan tiga nilai utama yang harus terus dijaga dan diperkokoh, yaitu harmoni, demokrasi, dan kesejahteraan. Menurut dia, harmoni menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.

“Kita hidup dalam kemajemukan. Perbedaan adalah kekuatan, bukan kelemahan. PATRIA memiliki peran penting dalam merawat pluralisme dan persatuan,” kata dia.

Sementara itu, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses elektoral, tetapi juga sebagai upaya berkelanjutan dalam mendengar dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Demokrasi adalah proses mendengarkan, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Di sinilah peran parlemen dan organisasi alumni menjadi sangat strategis,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat itu.

2. Tujuan akhir kebangsaan untuk kesejahteraan rakyat

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyoroti penutupan selat Hormuz imbas perang Iran-Israel. (Dok. MPR RI).

Ibas mengatakan, tujuan akhir dari seluruh proses kebangsaan adalah kesejahteraan rakyat. “Kebijakan harus berpihak, pembangunan harus adil, dan hasilnya harus dirasakan oleh seluruh masyarakat,” kata dia.

Ibas turut menyoroti peran strategis alumni PATRIA sebagai kelompok terdidik yang memiliki jejaring luas di berbagai sektor. Dia mendorong agar PATRIA dapat mengambil peran sebagai penjaga nilai, mitra kritis, sekaligus penggerak solusi bagi bangsa.

“PATRIA harus menjadi guardian of values, critical partner, dan agent of change dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata dia.

Selain itu, Ibas juga mengapresiasi berbagai program PATRIA dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti workshop UMKM, pendidikan dan karya akademis, literasi keuangan, kesehatan, lingkungan hidup, serta sekolah kader kebangsaan.

“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak orang baik yang tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberi solusi. Tidak hanya berpikir, tetapi juga bertindak,” kata dia.

Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, lanjut Ibas, membuka ruang kolaborasi yang luas dengan PATRIA, khususnya dalam penyerapan aspirasi masyarakat, perumusan kebijakan publik yang inklusif, serta pengawalan program pembangunan agar tepat sasaran.

"Kita ingin membangun jembatan dari masyarakat ke parlemen, dari gagasan menjadi kebijakan,” ujar dia.

3. Komitmen dorong gerakan ekologis nasional

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menerima audiensi jajaran pengurus Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) di Kompleks DPR RI. (Dok. MPR RI).

Ketua Umum DPP PATRIA, Agustinus Tamo Mbapa, menyampaikan komitmen organisasinya dalam mendorong gerakan ekologis nasional, yaitu Gerakan Satu Juta Pohon dengan melibatkan ribuan titik di seluruh Indonesia sebagai kontribusi nyata terhadap lingkungan.

Sementara itu, perwakilan pengurus PATRIA, Ibnu Kurniawan, mengusulkan solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas.

“Bagaimana jika setiap RT ada unit pengelolaan sampah tanpa asap sehingga bisa membakar sendiri, bisa membesarkan sendiri,” kata dia.

Anggota Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan, mengapresiasi semangat kontribusi generasi muda. Dia mengatakan, inisiatif tersebut sejalan dengan nilai perjuangan Partai Demokrat dan membuka ruang kolaborasi ke depan.

Hal senada disampaikan Rizki Natakusumah yang menilai program-program PATRIA memiliki dampak nyata.

“Programnya luar biasa, melihat program pelatihan yang luar biasa, termasuk menanam pohon,” ujar dia.

Editorial Team