Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ibas Terima Mahasiswa KIP: Investasi Masa Depan, Jangan Merasa Kecil!
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menerima mahasiswa penerima beasiswa KIP-K di Kompleks Parlemen, Jakarta. (Dok. MPR RI).
  • Ibas menyemangati mahasiswa penerima KIP-K agar memanfaatkan kesempatan kuliah sebagai investasi masa depan dan simbol kepercayaan negara terhadap generasi muda Indonesia.
  • Dalam dialog santai, Ibas menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah serta mendorong mahasiswa untuk tidak merasa kecil, berinovasi, dan menjadi solusi di bidang strategis bangsa.
  • Menutup pertemuan, Ibas mengajak mahasiswa mencintai Tanah Air, kembali membangun daerah asal, dan menjaga semangat belajar demi mewujudkan Indonesia yang maju dan berintegritas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
10 April 2026

Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menghadiri audiensi kebangsaan bersama mahasiswa penerima KIP-K di Kompleks DPR/MPR RI dan menyampaikan pesan motivasi tentang kesempatan, perjuangan, serta masa depan bangsa.

kini

Para mahasiswa penerima KIP-K menyampaikan apresiasi atas kesempatan tersebut dan berbagi kisah perjuangan mereka dalam menempuh pendidikan tinggi sebagai wujud semangat menuju Indonesia Emas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengadakan audiensi kebangsaan bersama mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) untuk memberikan motivasi dan pesan tentang peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.
  • Who?
    Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), para mahasiswa penerima KIP-K, serta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Padjadjaran dan Politeknik Negeri Bandung.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, yang menjadi lokasi pertemuan antara Ibas dan para mahasiswa penerima beasiswa pendidikan tersebut.
  • When?
    Pertemuan dilaksanakan pada Jumat, 10 April 2026, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima pada hari yang sama.
  • Why?
    Ibas ingin menegaskan pentingnya program KIP-K sebagai investasi masa depan bangsa serta mendorong mahasiswa agar percaya diri, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
  • How?
    Ibas menyampaikan pesan motivatif melalui dialog santai, mengajak mahasiswa membangun jejaring lintas daerah dan disiplin ilmu, serta menekankan pentingnya kerja keras dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Ibas ketemu sama banyak mahasiswa yang dapat Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Dia bilang mereka harus semangat belajar dan jangan merasa kecil. Katanya mereka bisa bantu bikin Indonesia jadi maju. Pak Ibas juga suruh mereka kerja keras, punya mimpi tinggi, dan nanti pulang ke daerah buat bantu orang di sana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pertemuan antara Edhie Baskoro Yudhoyono dan para penerima KIP-K menampilkan suasana penuh semangat serta keyakinan akan potensi generasi muda Indonesia. Melalui pesan tentang keberanian, kolaborasi, dan kecintaan terhadap tanah air, acara ini memperlihatkan bagaimana dukungan negara dapat menumbuhkan rasa percaya diri mahasiswa untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menghadiri audiensi kebangsaan bersama para mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dalam forum bertajuk “Mimpi Besar, Aksi Nyata, Kepemimpinan Hebat: Generasi Muda Menuju Indonesia Maju” di Kompleks DPR/MPR RI.

Dalam momen itu, Ibas menyapa para mahasiswa layaknya seorang kakak sekaligus orangtua, memberikan motivasi serta pesan mendalam tentang arti kesempatan, perjuangan, dan masa depan bangsa.

Dia turut menyampaikan rasa bangga di hadapan para mahasiswa yang sebagian besar baru memulai perjalanan di bangku perguruan tinggi. Menurut dia, kesempatan yang mereka terima itu bukanlah hal yang biasa, melainkan titik awal penting dalam perjalanan hidup.

"Dalam hidup ini selalu ada kesempatan pertama. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, beradaptasi, dan meraih prestasi,” ujar Ibas dalam keterangan, Jumat (10/4/2026).

1. Generasi muda punya peluang tumbuh

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menerima mahasiswa penerima beasiswa KIP-K di Kompleks Parlemen, Jakarta. (Dok. MPR RI).

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu juga mengajak para peserta memahami makna kehadiran mereka di Gedung DPR/MPR sebagai simbol negara yang hadir untuk rakyat. Dia mengatakan, Indonesia yang besar dengan keberagaman suku, budaya, dan wilayah dari Sabang sampai Merauke merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.

Di tengah situasi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian, dia mengingatkan, generasi muda Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang dalam suasana yang relatif stabil.

“Di tangan kalianlah masa depan bangsa ini akan berlanjut. Negara memberikan kepercayaan melalui program KIP-K dan berbagai beasiswa pendidikan. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi masa depan bangsa,” kata dia.

2. Pesan Ibas jangan pernah merasa kecil

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menerima audiensi jajaran pengurus Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) di Kompleks DPR RI. (Dok. MPR RI).

Dalam dialog yang berlangsung santai itu, Ibas juga menyoroti pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai daerah dan disiplin ilmu. Dia menilai, keberagaman latar belakang, mulai dari energi, pertanian, komunikasi, hingga teknologi sebagai kekuatan untuk saling melengkapi dalam menjawab tantangan bangsa.

Lebih jauh, dia memberikan pesan kuat agar para mahasiswa tidak pernah merasa kecil atas keterbatasan yang dimiliki.

“Jangan pernah merasa kecil atas segala keterbatasan. Buktikan bahwa kalian mampu menjadi pribadi hebat yang membawa perubahan,” kata dia.

Ibas juga mendorong generasi muda untuk menjadi bagian dari solusi, khususnya di sektor strategis seperti energi, pangan, dan teknologi. Dia menekankan pentingnya inovasi, kreativitas, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan zaman.

“Kita membutuhkan inovator muda yang mampu menghadirkan solusi di bidang energi bersih, memperkuat ketahanan pangan, dan memanfaatkan teknologi secara produktif dan berkelanjutan,” kata dia.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu juga mengajak para mahasiswa untuk terus bermimpi besar, tetapi tetap disertai kerja keras dan ketekunan dalam proses.

“Bermimpilah setinggi-tingginya, tetapi ingat bahwa mimpi harus diperjuangkan dengan disiplin, ketahanan mental, dan keberanian menghadapi kegagalan,” kata Ibas.

3. Dorong mahasiswa kembali ke daerah

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyoroti penutupan selat Hormuz imbas perang Iran-Israel. (Dok. MPR RI).

Di akhir pertemuan, Ibas berpesan agar terus memupuk kecintaan kita terhadap Tanah Air. Dia mengajak generasi muda untuk tetap memiliki idealisme sekaligus realistis dalam menghadapi kehidupan.

“Teruslah mencintai negeri ini. Right or wrong, it’s my country,” ujar Edhie Baskoro.

Dia juga berpesan agar para mahasiswa kelak kembali ke daerah masing-masing dan berkontribusi nyata dalam pembangunan.

“Indonesia tidak hanya dibangun di pusat, tetapi juga dari daerah. Kalianlah yang akan menjadi motor penggeraknya,” kata dia.

Ibas menyampaikan doa dan harapannya agar seluruh mahasiswa penerima KIP-K dapat meraih kesuksesan, menjaga semangat belajar, serta terus memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

“Indonesia akan semakin cerah jika diisi oleh generasi yang memiliki semangat, integritas, dan rasa tanggung jawab,” ujar dia.

Para mahasiswa penerima KIP-K turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kesempatan yang mereka terima. Ungkapan haru dan semangat disampaikan Tini Rohmatini dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang turut berbagi kisah perjuangannya yang penuh tantangan, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga harus berjuang mandiri membiayai kuliah.

Dia mengatakan, sempat kesulitan membayar UKT dalam waktu singkat, hingga akhirnya mendapatkan bantuan untuk melanjutkan pendidikan. Sementara itu, Muhamad Dzaky Alwan dari Politeknik Negeri Bandung yang melihat beasiswa ini sebagai peluang untuk mewujudkan impiannya menjadi versi terbaik dari dirinya. Dia juga menyampaikan harapan agar mimpi besar seperti Indonesia Emas dapat diwujudkan melalui langkah-langkah kecil yang nyata, meskipun di tengah keterbatasan.

“Kadang-kadang di tengah-tengah prosesnya mungkin ngerasa banyak tekanan, tapi yang selalu saya ingat, kesempatan itu gak akan datang dan gak akan ada dua kali kepada kita,” kata dia.

Editorial Team