Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyoroti penutupan selat Hormuz imbas perang Iran-Israel. (Dok. MPR RI).
Di akhir pertemuan, Ibas berpesan agar terus memupuk kecintaan kita terhadap Tanah Air. Dia mengajak generasi muda untuk tetap memiliki idealisme sekaligus realistis dalam menghadapi kehidupan.
“Teruslah mencintai negeri ini. Right or wrong, it’s my country,” ujar Edhie Baskoro.
Dia juga berpesan agar para mahasiswa kelak kembali ke daerah masing-masing dan berkontribusi nyata dalam pembangunan.
“Indonesia tidak hanya dibangun di pusat, tetapi juga dari daerah. Kalianlah yang akan menjadi motor penggeraknya,” kata dia.
Ibas menyampaikan doa dan harapannya agar seluruh mahasiswa penerima KIP-K dapat meraih kesuksesan, menjaga semangat belajar, serta terus memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
“Indonesia akan semakin cerah jika diisi oleh generasi yang memiliki semangat, integritas, dan rasa tanggung jawab,” ujar dia.
Para mahasiswa penerima KIP-K turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kesempatan yang mereka terima. Ungkapan haru dan semangat disampaikan Tini Rohmatini dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang turut berbagi kisah perjuangannya yang penuh tantangan, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga harus berjuang mandiri membiayai kuliah.
Dia mengatakan, sempat kesulitan membayar UKT dalam waktu singkat, hingga akhirnya mendapatkan bantuan untuk melanjutkan pendidikan. Sementara itu, Muhamad Dzaky Alwan dari Politeknik Negeri Bandung yang melihat beasiswa ini sebagai peluang untuk mewujudkan impiannya menjadi versi terbaik dari dirinya. Dia juga menyampaikan harapan agar mimpi besar seperti Indonesia Emas dapat diwujudkan melalui langkah-langkah kecil yang nyata, meskipun di tengah keterbatasan.
“Kadang-kadang di tengah-tengah prosesnya mungkin ngerasa banyak tekanan, tapi yang selalu saya ingat, kesempatan itu gak akan datang dan gak akan ada dua kali kepada kita,” kata dia.