Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ibas Apresiasi Peran PATRIA, Ajak Jadi Penggerak Solusi Bangsa

Ibas Apresiasi Peran PATRIA, Ajak Jadi Penggerak Solusi Bangsa
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menerima audiensi jajaran pengurus Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) di Kompleks DPR RI. (Dok. MPR RI).
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Ibas mengapresiasi pengakuan negara terhadap PATRIA sebagai wadah alumni PMKRI dan menekankan pentingnya harmoni, demokrasi, serta kesejahteraan dalam memperkuat persatuan bangsa.
  • Ia mendorong PATRIA menjadi mitra kritis dan penggerak solusi bangsa melalui program peningkatan SDM, kolaborasi kebijakan publik, serta peran aktif menjaga nilai kebangsaan.
  • PATRIA berkomitmen pada gerakan ekologis nasional seperti penanaman sejuta pohon dan pengelolaan sampah komunitas, yang mendapat dukungan dari anggota Fraksi Partai Demokrat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menerima audiensi jajaran pengurus Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) di Kompleks DPR RI. Dia mengapresiasi atas pengakuan negara terhadap PATRIA sebagai wadah alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Audiensi tersebut mengangkat tema “Sinergi PATRIA – Parlemen: Harmoni, Demokrasi, Kesejahteraan” sekaligus menjadi ruang dialog kebangsaan antara parlemen dan elemen masyarakat sipil dalam memperkuat nilai persatuan, demokrasi, dan pembangunan yang inklusif.

“Ini bukan hanya legitimasi organisasi, tetapi juga penguatan peran kebangsaan. Alumni PMKRI hadir sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial dalam membangun Indonesia,” ujar Ibas dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

1. Harmoni jadi kunci menjaga persatuan bangsa

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat menghadiri acara Hari Bhakti Imigrasi 2026. (Dok. MPR RI).
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat menghadiri acara Hari Bhakti Imigrasi 2026. (Dok. MPR RI).

Ibas mengatakan, tema audiensi mencerminkan tiga nilai utama yang harus terus dijaga dan diperkokoh, yaitu harmoni, demokrasi, dan kesejahteraan. Menurut dia, harmoni menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.

“Kita hidup dalam kemajemukan. Perbedaan adalah kekuatan, bukan kelemahan. PATRIA memiliki peran penting dalam merawat pluralisme dan persatuan,” kata dia.

Sementara itu, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses elektoral, tetapi juga sebagai upaya berkelanjutan dalam mendengar dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Demokrasi adalah proses mendengarkan, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Di sinilah peran parlemen dan organisasi alumni menjadi sangat strategis,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat itu.

2. Tujuan akhir kebangsaan untuk kesejahteraan rakyat

Ibas Apresiasi Peran PATRIA, Ajak Jadi Penggerak Solusi Bangsa
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyoroti penutupan selat Hormuz imbas perang Iran-Israel. (Dok. MPR RI).

Ibas mengatakan, tujuan akhir dari seluruh proses kebangsaan adalah kesejahteraan rakyat. “Kebijakan harus berpihak, pembangunan harus adil, dan hasilnya harus dirasakan oleh seluruh masyarakat,” kata dia.

Ibas turut menyoroti peran strategis alumni PATRIA sebagai kelompok terdidik yang memiliki jejaring luas di berbagai sektor. Dia mendorong agar PATRIA dapat mengambil peran sebagai penjaga nilai, mitra kritis, sekaligus penggerak solusi bagi bangsa.

“PATRIA harus menjadi guardian of values, critical partner, dan agent of change dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata dia.

Selain itu, Ibas juga mengapresiasi berbagai program PATRIA dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti workshop UMKM, pendidikan dan karya akademis, literasi keuangan, kesehatan, lingkungan hidup, serta sekolah kader kebangsaan.

“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak orang baik yang tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberi solusi. Tidak hanya berpikir, tetapi juga bertindak,” kata dia.

Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, lanjut Ibas, membuka ruang kolaborasi yang luas dengan PATRIA, khususnya dalam penyerapan aspirasi masyarakat, perumusan kebijakan publik yang inklusif, serta pengawalan program pembangunan agar tepat sasaran.

"Kita ingin membangun jembatan dari masyarakat ke parlemen, dari gagasan menjadi kebijakan,” ujar dia.

3. Komitmen dorong gerakan ekologis nasional

Ibas Apresiasi Peran PATRIA, Ajak Jadi Penggerak Solusi Bangsa
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menerima audiensi jajaran pengurus Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) di Kompleks DPR RI. (Dok. MPR RI).

Ketua Umum DPP PATRIA, Agustinus Tamo Mbapa, menyampaikan komitmen organisasinya dalam mendorong gerakan ekologis nasional, yaitu Gerakan Satu Juta Pohon dengan melibatkan ribuan titik di seluruh Indonesia sebagai kontribusi nyata terhadap lingkungan.

Sementara itu, perwakilan pengurus PATRIA, Ibnu Kurniawan, mengusulkan solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas.

“Bagaimana jika setiap RT ada unit pengelolaan sampah tanpa asap sehingga bisa membakar sendiri, bisa membesarkan sendiri,” kata dia.

Anggota Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan, mengapresiasi semangat kontribusi generasi muda. Dia mengatakan, inisiatif tersebut sejalan dengan nilai perjuangan Partai Demokrat dan membuka ruang kolaborasi ke depan.

Hal senada disampaikan Rizki Natakusumah yang menilai program-program PATRIA memiliki dampak nyata.

“Programnya luar biasa, melihat program pelatihan yang luar biasa, termasuk menanam pohon,” ujar dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More