Jakarta, IDN Times - Transparency Internasional Indonesia (TII) merilis skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia sebesar 34 pada 2025. Skor tersebut membuat Indonesia berada di peringkat 109 dari 180 negara.
Dibandingkan 2024, skor dan peringkat Indonesia turun. Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai aktor utama di balik anjloknya skor dan peringkat tersebut adalah Presiden Prabowo Subianto.
"Indonesia Corruption Watch menilai bahwa kontributor terbesar anjloknya skor CPI Indonesia di tahun 2025 adalah Presiden Prabowo Subianto," ujar Staf Divisi Advokasi ICW Yassar Aulia dalam keterangan yang dikutip pada Rabu (11/2/2026).
Tudingan ICW terhadap Prabowo didasari bagaimana Ketua Umum Partai Gerindra itu menjalankan pemerintahan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. ICW menyebut Prabowo menggunakan kekuasaannya untuk membangun ekosistem yang menormalisasikan konflik kepentingan, nepotisme, hingga patronase.
"Kondisi tersebut berimplikasi terhadap melemahnya penegakan hukum dan semakin merusak agenda reformasi yang telah dibangun sejak 27 tahun silam secara sistematis," ujarnya.
