Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Untuk Bahan Bakso-Siomai, Ikan Sapu-sapu Dijual Rp15 Ribu Per Kilogram
Satpol PP DKI amankan pria jual ikan sapu-sapu. (Dok. Satpol PP DKI)
  • Lima orang diamankan Satpol PP DKI karena menjual daging ikan sapu-sapu seharga Rp15 ribu per kilogram untuk diolah menjadi siomai dan bakso di kawasan Cikarang dan Bekasi.
  • Petugas menemukan para penjual sedang menyiangi ikan sapu-sapu di bantaran Kali Anak Ciliwung serta membuang bangkai ikan ke sungai setelah mengambil daging dan telurnya.
  • Kelima orang tersebut dilepaskan karena tidak melanggar perda, namun diberi edukasi agar tidak lagi menyiangi atau menjual ikan sapu-sapu di area sungai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 April 2026

Petugas Satpol PP DKI mengamankan lima orang di bantaran Kali Anak Ciliwung, Pasar Baru, yang sedang membersihkan ikan sapu-sapu untuk dijual sebagai bahan siomai dan bakso. Harga daging ikan disebut Rp15 ribu per kilogram dan telur ikan Rp10 ribu per kilogram.

27 April 2026

Berdasarkan interogasi, daging ikan sapu-sapu akan dijual ke kawasan Cikarang dan Bekasi untuk diolah menjadi makanan, sedangkan telurnya digunakan sebagai pakan pancing.

27 April 2026

Petugas menemukan para penjual membuang bangkai ikan ke sungai setelah mengambil daging dan telurnya. Mereka kemudian diberi edukasi agar tidak menyiangi ikan di kali serta tidak menjual dagingnya. Sisa bangkai diserahkan kepada PPSU untuk dikuburkan, dan para pelaku dilepaskan karena belum ada perda yang dilanggar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada lima orang ditangkap karena mau jual daging ikan sapu-sapu buat bikin bakso dan siomai. Mereka ambil ikan di pinggir kali dan buang bangkainya ke air. Ikan itu dijual murah, cuma lima belas ribu satu kilo. Polisi kasih tahu mereka supaya berhenti dan tidak jual lagi. Sekarang orang-orang itu sudah dilepas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Satpol PP DKI, Satriadi, mengatakan pihaknya menangkap lima orang yang akan menjual daging ikan sapu-sapu untuk diolah menjadi siomai atau bakso.

Satriadi mengatakan mereka ditangkap saat membersihkan ikan di bantaran Kali Anak Ciliwung, Kelurahan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

"Harga daging ikan sapu-sapu disebut mencapai Rp15 ribu per kilogram, sementara telur ikan dijual Rp10 ribu per kilogram," ucap Satriadi saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (27/4/2026).

1. Ikan sapu-sapu diolah jadi siomai dan bakso

Satpol PP DKI amankan pria jual ikan sapu-sapu. (Dok. Satpol PP DKI)

Satriadi mengatakan daging ikan sapu-sapu yang sudah dibersihkan akan dijual di kawasan Cikarang dan Bekasi, untuk diolah menjadi makanan.

"Berdasarkan hasil interogasi, daging ikan sapu-sapu tersebut disebut akan dijual di kawasan Cikarang, Bekasi, dan diolah menjadi siomai atau bakso, sedangkan telurnya diolah menjadi pakan pancing ikan," ujarnya.

2. Penjual buang bangkai di sungai

Satpol PP DKI amankan pria jual ikan sapu-sapu. (Dok. Satpol PP DKI)

Satriadi mengatakan peristiwa tersebut berawal saat petugas patroli melintasi Jalan Antara, petugas menemukan lima orang sedang berada di bantaran Kali Anak Ciliwung.

"Setelah dihampiri, kelima orang tersebut diketahui sedang menjala ikan sapu-sapu dan menyiangi hasil tangkapan, serta membuang bangkai ikan yang telah diambil daging dan telurnya ke kali," katanya.

3. Penjual dilepas karena belum ada Perda yang dilanggar

Satpol PP DKI amankan pria jual ikan sapu-sapu. (Dok. Satpol PP DKI)

Satriadi mengatakan kelima orang tersebut kemudian diberikan edukasi, agar tidak melakukan penyiangan ikan di kali, serta tidak menjual daging ikan sapu-sapu. Sisa bangkai dan kulit ikan sapu-sapu kemudian diserahkan kepada PPSU Kelurahan Pasar Baru untuk dikubur.

"Seluruh penangkap ikan sapu sapu tersebut dilepaskan, mengingat belum ada perda yang dilanggar, tidak ada identitas, tidak ada alat bukti yang dapat diamankan, daging ikan sapu-sapu juga tidak bisa disimpan karena sangat bau amis," katanya.

Editorial Team