Jakarta, IDN Times - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membeberkan sejumlah penyesuaian yang dilakukan Roblox untuk memenuhi aturan PP Tunas, mulai dari verifikasi usia, pembatasan komunikasi, hingga pengendalian konten dan durasi bermain.
Menurut dia, salah satu langkah utama adalah penerapan verifikasi usia (age verification) yang berdampak langsung pada fitur komunikasi pengguna.
"Dan user di bawah 16 tahun di Indonesia, tadi disampaikan oleh mereka, estimasinya ada 23 juta pemain anak, dengan kurang lebih total pemain 45 juta di Indonesia saja. Dan dari age verification itu, diwajibkan melakukan verifikasi usia," kata Meutya dalam konferensi pers di kantor Kemkomdigi, Kamis (30/4/2026).
Maka dia menjelaskan jika tidak, maka chats atau fitur komunikasi langsung dimatikan.
"Jadi, ini yang menjadi penting, bahwa mereka yang tidak melakukan verifikasi usia, maka chats-nya akan dimatikan," katanya.
Selain itu, pembatasan juga berlaku pada pengguna yang tidak melakukan verifikasi wajah, termasuk pembatasan akses game bagi anak.
"Termasuk ada kemungkinan orang di atas 16 tahun tidak melakukan verifikasi wajah, dia juga otomatis akan dimatikan fitur komunikasinya," ujarnya.
Pemerintah juga mendorong pengelompokan konten sesuai usia untuk mencegah paparan yang tidak sesuai bagi anak.
“Jadi nanti juga games yang bisa dilihat oleh di bawah 13 tahun akan berbeda dengan yang dilihat oleh 16 tahun ke bawah dan oleh 16 tahun ke atas,” kata dia.
Tak hanya itu, aspek adiksi juga diantisipasi melalui fitur pengaturan waktu bermain oleh orang tua.
“Nah, untuk menjawab aturan PP Tunas mengenai adiksi, maka sekarang, per hari ini juga sudah ada screen time, jadi diatur oleh orang tua,” kata Meutya.
