Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ini Alasan Pemerintah Urung Terapkan Sekolah Daring buat Hemat Energi
Suasana siswa SMPN 34 Medan saat menikmati MBG (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Pemerintah memutuskan pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka, bukan daring, setelah rapat lintas kementerian mempertimbangkan aspek akademik dan penguatan karakter siswa.
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut penjelasan resmi terkait keputusan ini akan dituangkan dalam Surat Edaran, meski belum dijadwalkan waktu penerbitannya.
  • Menko PMK Pratikno menegaskan pembelajaran jarak jauh belum mendesak diterapkan karena pentingnya menjaga kualitas pendidikan dan efektivitas kegiatan praktikum di sekolah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan tidak akan ada opsi pembelajaran daring atau jarak jauh akibat kebijakan penghematan energi.

Hal ini kata dia adalah hasil dari rapat lintas Kementerian dan sesuai dengan pernyataan dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Hal ini mempertimbangkan sisi akademik dan penguatan pendidikan pelajar.

"Sesuai hasil rapat lintas Kementerian dan Pernyataan Pers Menko PMK pada 23 Maret, pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter," kata dia, Rabu (25/3/2026).

Dia juga mengungkapkan, penjelasan lebih lanjut soal hal ini bakal akan disampaikan dalam Surat Edaran Menteri Dikdasmen. Namun, dia belum merinci kapan surat edaran itu bakal keluar dan bagaimana isinya.

1. Pembelajaran daring bagi siswa bukan urgensi saat ini

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno pimpin rakor di Gedung PMK (Dok. Kemenko PMK)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, sempat mengatakan metode PJJ akan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran. Apabila terdapat pembelajaran praktikum, pemerintah mengarahkan agar pembelajaran tetap bersifat tatap muka.

Pada akhirnya, Pratikno menjelaskan jika sistem PJJ belum mendesak dilakukan saat ini. Hal ini disampaikan Pratikno dalam arahan kepada Kedeputian Kesehatan dan Kedeputian Pendidikan Kemenko PMK pada Senin (23/3/2026).

2. Akui pernah ada diskusi soal wacana itu

Siswa SMP Angkasa menikmati makanan MBG dari Dapur SPPG 1 TNI AU Adi Soemarmo, Boyolali. (IDN Times/Larasati Rey)

Pratikno menegaskan ulang arahan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 13 Maret 2026. Pratikno menyampaikan, memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang menggabungkan luring dan daring dalam proses belajar mengajar siswa.

"Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini" ucapnya dalam keterangan, Rabu (25/3/2025).

3. Mendikdasmen tegaskan tidak ada pembelajaran daring

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti dalam rakor di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (3/3)/ (dok Kemendikdasmen).

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan tak ada pembelajaran daring atau jarak jauh akibat kebijakan penghematan energi.

Wacana pembelajaran jarak jauh (PJJ) memang sempat menjadi simpang siur akibat adanya kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) demi merespons penghematan energi yang muncul imbas perang di Timur Tengah. Meski begitu, Mu'ti menegaskan jika kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara luring.

"Sekolah masuk sebagaimana biasa. Tidak ada pembelajaran daring," kata Mu'ti kepada IDN Times, Rabu (25/3/2026).

Editorial Team