Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia tetap melanjutkan pengiriman personel TNI ke misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada tahun ini. Rencananya, Satgas TNI Konga XXII-T/UNIFIL 2026 akan berangkat pada Jumat (22/5/2026). Sementara, personel TNI yang sudah bertugas di Lebanon selama satu tahun kembali ke Tanah Air.
Keputusan Indonesia untuk tetap mengirimkan personel TNI ke UNIFIL menuai tanda tanya dari publik. Sebab, empat prajurit TNI gugur pada tahun ini ketika bertugas di misi UNIFIL. Bahkan, dua prajurit di antaranya gugur karena terkena proyektil dari tank merkava milik militer Israel.
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan mengatakan, kelanjutan pengiriman pasukan perdamaian ke Lebanon merupakan keputusan yang didasari pada pertimbangan strategis yang matang. "Pemerintah RI menggunakan beberapa parameter konkret dalam menilai kelayakan dan keamanan misi," ujar Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana ketika dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026).
Ia mengatakan, pemerintah melakukan penilaian risiko berbasis kondisi di lapangan. Pemerintah, kata Honi, secara berkala menerima laporan dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Beirut dan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI mengenai tingkat kerawanan wilayah serta kemampuan mitigasi risiko di lapangan.
Kedua, dilakukan reorganisasi dan reposisi kekuatan pasukan dengan mempertimbangkan efektivitas perlindungan personel. Langkah itu dapat berupa pengosongan maupun pemindahan pos satgas menyesuaikan situasi keamanan yang berkembang.
