Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Teddy Pastikan Indonesia Tak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Teddy Pastikan Indonesia Tak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Teddy Indra Wijaya menegaskan Indonesia tidak akan menarik pasukan dari UNIFIL, namun tetap melakukan evaluasi menyeluruh setelah tiga prajurit TNI gugur di Lebanon.
  • PBB melaporkan temuan awal dua sumber serangan berbeda yang menewaskan prajurit Indonesia, sementara pemerintah menuntut investigasi lanjutan yang transparan dan akuntabel.
  • Kementerian Luar Negeri RI menerima laporan awal PBB pada 6 April dan meminta penyelidikan dilanjutkan hingga tuntas demi memastikan keadilan bagi korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memastikan Indonesia tidak akan menarik pasukan perdamaian dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Meski demikian, Indonesia tetap akan melakukan evaluasi usai tiga pasukan TNI tewas.

"Oh, tidak ada untuk ke situ (menarik pasukan). Evaluasi tetap berjalan, evaluasi ke dalam dan keluar. Dan saya rasa Bapak Panglima TNI kemudian Menteri Luar Negeri sangat tegas mengenai semua prajurit kita yang berada di luar negeri dan dalam negeri," ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/4/2026).

1. Indonesia ingin hapuskan penjajahan dunia

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam kesempatan itu, Teddy menegaskan, Indonesia ingin menghapus penjajahan di dunia. Hal itu juga tertuang pada Undang-Undang Dasar 1945.

"Saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan, bahwa sesuai Undang-Undang pembukaan alinea empat. Jadi kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada," ucap dia.

2. PBB laporkan temuan awal PBB

Jenazah Kopda anumerta Farizal Rhomadhon yang gugur sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) tiba di lokasi rumah duka, Ledok, Lendah, Kulon, Progo, Sabtu (4/4/2026) malam.
Jenazah Kopda anumerta Farizal Rhomadhon yang gugur sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) tiba di lokasi rumah duka, Ledok, Lendah, Kulon, Progo, Sabtu (4/4/2026) malam. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Temuan awal PBB mengindikasikan dua sumber serangan berbeda yang menyebabkan korban jiwa. Satu insiden diduga melibatkan tembakan tank militer Israel, sementara insiden lainnya dipicu oleh alat peledak improvisasi (IED) yang diduga dipasang oleh Hizbullah.

Pemerintah Indonesia menilai temuan awal ini belum cukup dan menekankan pentingnya investigasi lanjutan yang transparan serta akuntabel. Selain itu, Indonesia juga menyoroti meningkatnya risiko bagi pasukan penjaga perdamaian di tengah eskalasi konflik di Lebanon Selatan.

Di tengah situasi tersebut, Indonesia menegaskan, keselamatan personel penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikompromikan oleh pihak mana pun.

3. Respons Indonesia tas temuan awal PBB

Plt Direktur Keamanan Perdamaian Internasional Kemlu RI, Veronica Vicka Ancilla Rompis dalam jumpa pers Kemlu RI, Rabu (8/4/2026).
Plt Direktur Keamanan Perdamaian Internasional Kemlu RI, Veronica Vicka Ancilla Rompis dalam jumpa pers Kemlu RI, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Pelaksana Tugas Direktur Keamanan Perdamaian Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Veronica Vicka Rompis, mengatakan PBB melalui United Nations Department of Peace Operation (UNDPO) telah menyampaikan hasil investigasi awal kepada pemerintah Indonesia pada 6 April.

"Memang betul pada tanggal 6 April, United Nations Department of Peace Operation atau UNDPO telah menyampaikan kepada pemerintah Indonesia mengenai hasil investigasi awal atau preliminary finding mengenai insiden tanggal 29 dan tanggal 30 Maret yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit Indonesia di UNDPO,” ujar Vicka dalam pembaruan pers di kantor Kemlu RI, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan, pemerintah Indonesia telah mencatat hasil tersebut, namun meminta agar investigasi dilanjutkan secara menyeluruh hingga tuntas. Menurutnya, proses awal ini belum dapat menjadi dasar kesimpulan akhir.

“Pemerintah Indonesia telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta agar PBB dapat menuntaskan investigasi secara menyeluruh,” lanjutnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More