Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IPB Tegaskan Tak Terlibat Operasional SPPG MBG, Fokus Aspek Saintifik
Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet saat memanen anggur di greenhouse ATP IPB Dramaga, Jumat (6/3/2026). IDN Times/Linna Susanti.
  • IPB University menegaskan tidak terlibat dalam operasional harian program Makan Bergizi Gratis, melainkan fokus pada riset, inovasi gizi, dan pengembangan kapasitas melalui peran sebagai Center of Excellence.
  • Operasional penyaluran makanan ke sekolah dikelola oleh PT Bogor Life Science and Technology (BLST) melalui yayasan profesional yang membangun ekosistem pangan terintegrasi dari petani hingga UMKM lokal.
  • Keputusan IPB untuk tidak mengelola dapur secara langsung didasari pertimbangan risiko teknis dan keamanan pangan agar fungsi akademik kampus tetap terjaga serta berjalan sesuai mandat pendidikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
28 April 2026

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyampaikan pentingnya peran perguruan tinggi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Forum U25 PTN-BH di Makassar. Ia mendorong kampus untuk membangun dan mengelola SPPG secara mandiri.

8 Mei 2026

IPB University membuka ruang dialog untuk meluruskan informasi terkait keterlibatan kampus dalam operasional SPPG. Dialog ini dilakukan guna menghindari kesalahpahaman publik.

11 Mei 2026

Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menegaskan bahwa IPB tidak terlibat dalam operasional harian SPPG dan hanya berperan pada aspek riset serta inovasi gizi. Ia menjelaskan bahwa operasional penyaluran makanan ke sekolah dikelola oleh PT BLST sebagai entitas terpisah dari IPB.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    IPB University menegaskan tidak terlibat dalam operasional harian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan hanya berperan dalam aspek riset serta pengembangan akademik.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, sementara operasional lapangan dijalankan oleh PT Bogor Life Science and Technology (BLST) melalui yayasan yang dibentuk secara profesional.
  • Where?
    Kegiatan dan klarifikasi berlangsung di lingkungan IPB University, Bogor, dengan pelaksanaan distribusi makanan ke sekolah-sekolah di wilayah sekitar seperti Ciampea dan Sukajaya.
  • When?
    Pernyataan resmi disampaikan pada Senin, 11 Mei 2026, setelah sebelumnya IPB membuka ruang dialog pada Jumat, 8 Mei 2026.
  • Why?
    Pemisahan peran dilakukan karena pertimbangan risiko teknis dan keamanan pangan yang tinggi agar kegiatan akademik kampus tetap fokus pada mandat pendidikan dan penelitian.
  • How?
    Operasional dapur dan penyaluran makanan dikelola oleh PT BLST melalui yayasan independen dengan sistem rantai pasok terintegrasi dari petani serta peternak lokal untuk menjamin ketersediaan bahan baku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
IPB bilang mereka tidak masak makanan untuk program makan bergizi gratis. Yang urus dapur dan kirim makanan ke sekolah itu PT BLST, bukan kampusnya. IPB cuma bantu bikin riset dan ide tentang gizi supaya anak-anak bisa makan sehat. Sekarang semuanya dijalankan oleh BLST dengan bantuan petani dan peternak di sekitar Bogor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan IPB University menunjukkan komitmen kuat terhadap tata kelola yang profesional dan fokus akademik yang jelas. Dengan memisahkan peran operasional kepada PT BLST, kampus dapat menjaga integritas ilmiah sekaligus mendorong kolaborasi produktif antara riset gizi, inovasi pangan, serta penguatan rantai pasok lokal yang melibatkan petani, peternak, dan UMKM sekitar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Intinya sih...

  • Skema paket bundling dan penggunaan dua warna tote bagKPPG BGN Bogor menerapkan sistem Paket Bundling dan Take-Away selama libur sekolah dan Lebaran. Penerima manfaat wajib membawa kembali kantong yang diterima sehari sebelumnya sebagai syarat mendapatkan paket berikutnya.

  • Standar menu Ramadan, bebas menu pedas dan cepat basiBGN menginstruksikan SPPG untuk menyajikan menu yang aman secara ketahanan pangan. Rekomendasi menu meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah-buahan, serta kurma.

  • Operasional 100 SPPG untuk 250 Ribu penerima di Kota BogorHingga saat ini, sudah ada 100 SPPG yang telah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times – Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam operasional harian dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kampus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mengatakan, pihaknya hanya fokus pada aspek saintifik.

"Kami sudah membuka ruang dialog pada Jumat (8/5/2026), karena banyak informasi yang beredar belum utuh sehingga memunculkan kesalahpahaman," ujar dia kepada IDN Times, Senin (11/5/2026).

Dia mengatakan, IPB University secara kelembagaan hanya mengambil peran strategis sebagai pusat keunggulan atau Center of Excellence (CoE) Pemenuhan Gizi Nasional. Fokusnya adalah pada riset, kajian akademik, peningkatan kapasitas (capacity building), dan inovasi gizi.

"Peran yang diambil IPB University lebih strategis sebagai penggagas CoE bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan mitra internasional. Kami juga merancang dapur contoh, namun fungsinya murni sebagai laboratorium riset, bukan unit produksi," kata dia.

1. Operasional dan penyaluran ke sekolah oleh PT BLST

Siswa SDN di Bogor menyantap MBG. Humas Pemkot Bogor.

Terkait penyaluran makanan ke sekolah-sekolah, kata dia, hal tersebut merupakan ranah operasional PT Bogor Life Science and Technology (BLST), holding company milik IPB melalui yayasan yang dibentuk secara profesional.

"Iya betul, PT BLST membangun melalui yayasan yang dibentuknya secara profesional dan membantu menyalurkan ke sekolah. Secara badan hukum, PT BLST entitas yang terpisah dari IPB. Jadi sejak awal dibangun di luar kampus dan tidak menggunakan sumber daya kampus," kata dia.

2. Pembangunan rantai pasok hulu-hilir

Situasi dapur SPPG MBG di Kota Bogor. Humas Pemkot Bogor.

Berbeda dengan dapur umum biasa, SPPG yang dikelola oleh yayasan di bawah BLST ini membangun ekosistem pangan yang terintegrasi. Penyaluran ke sekolah-sekolah didukung oleh pasokan langsung dari petani dan peternak lokal guna menjamin ketersediaan bahan baku.

"Yang berbeda, kami juga membangun rantai pasoknya dalam ekosistem hulu-hilir yang terintegrasi. Fokusnya adalah mengembangkan value chain hingga ke petani, peternak, dan UMKM di wilayah sekitar SPPG, seperti di Ciampea dan Sukajaya," ujar dia.

3. Mitigasi risiko dan keamanan pangan

Logo IPB University (ipb.ac.id)

Alim mengatakan, keputusan IPB University untuk tidak masuk ke ranah operasional dapur didasari oleh pertimbangan risiko teknis dan keamanan pangan yang sangat tinggi. Dengan memisahkan operasional ke entitas profesional, maka kepentingan akademik kampus tetap terjaga.

"IPB University sebagai lembaga pendidikan tidak masuk ke operasional dapur karena mempertimbangkan risiko teknis dan keamanan pangan. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu kepentingan akademik dan memastikan mandat utama kampus sebagai lembaga pendidikan tetap terjaga," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program MBG. Dia pun mendorong kampus untuk membangun dan mengelola SPPG secara mandiri.

“Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri,” ujar Dadan dalam Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang dihadiri para rektor dari 24 PTN-BH di Makassar, Selasa (28/4/2026), dikutip dari siaran pers.

Dadan mengatakan, satu unit SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga sebagai simpul ekonomi yang membutuhkan dukungan produksi pangan dalam jumlah besar. Untuk dapat memenuhi kebutuhan satu SPPG saja, kata dia, dibutuhkan setidaknya 8 hektare lahan sawah untuk suplai beras, serta sekitar 19 hektare lahan jagung guna mendukung kebutuhan pakan ternak.



Editorial Team