Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Istana Ikut Buka Suara soal Penyebab Tabrakan Kereta di Bekasi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Tabrakan terjadi antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, menewaskan 14 orang dan melukai 84 lainnya.
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan kecelakaan bermula dari taksi yang tertabrak KRL saat melintas di perlintasan padat lalu lintas.
  • Presiden Prabowo memerintahkan perbaikan sistem palang pintu dan langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tabrakan terjadi antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.53 WIB. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan penyebab kecelakaan terjadi bermula dari kecelakaan taksi saat melintas rel dan tertabrak KRL.

"Khusus di Bekasi, juga dilaporkan bahwa kejadian tersebut salah satunya dimulai karena adanya kecelakaan di jalur perlintasan yang memang traffic-nya cukup padat," ujar Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo juga sudah memerintahkan agar ada perbaiki perlintasan rel kereta api yang dijaga palang pintu.

"Beliau (Prabowo) juga minta untuk segera dilakukan langkah-langkah solusi untuk sekali lagi memastikan ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Prasetyo juga menyampaikan duka cita terhadap para korban.

"Kita semua menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas kejadian tadi malam, kecelakaan kereta Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur," ucap dia.

Akibat kecelakaan kereta di Bekasi, hingga pukul 08.45 WIB, ada 14 orang meninggal dunia dan 84 luka-luka.

Editorial Team