Jakarta, IDN Times - Tabrakan terjadi antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.53 WIB. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan penyebab kecelakaan terjadi bermula dari kecelakaan taksi saat melintas rel dan tertabrak KRL.
"Khusus di Bekasi, juga dilaporkan bahwa kejadian tersebut salah satunya dimulai karena adanya kecelakaan di jalur perlintasan yang memang traffic-nya cukup padat," ujar Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo juga sudah memerintahkan agar ada perbaiki perlintasan rel kereta api yang dijaga palang pintu.
"Beliau (Prabowo) juga minta untuk segera dilakukan langkah-langkah solusi untuk sekali lagi memastikan ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Prasetyo juga menyampaikan duka cita terhadap para korban.
"Kita semua menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas kejadian tadi malam, kecelakaan kereta Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur," ucap dia.
Akibat kecelakaan kereta di Bekasi, hingga pukul 08.45 WIB, ada 14 orang meninggal dunia dan 84 luka-luka.
