Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Serangan Siber Lumpuhkan Layanan 4 Bank di Iran, Ulah AS?

Serangan Siber Lumpuhkan Layanan 4 Bank di Iran, Ulah AS?
ilustrasi serangan siber (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Intinya Sih
  • Empat bank besar Iran lumpuh akibat serangan siber yang menargetkan infrastruktur komunikasi bersama, namun tidak ada data nasabah yang bocor atau terhapus.
  • Dewan Koordinasi Perbankan Iran segera menerapkan langkah pencegahan untuk melindungi data keuangan dan memperkuat keamanan sistem perbankan nasional.
  • Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, dengan kedua negara saling melakukan serangan siber sejak konflik Februari lalu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Serangan siber dikabarkan telah melumpuhkan layanan empat bank besar yang ada di Iran. Keempat bank tersebut terdiri dari Bank Nasional Iran, Bank Tejarat, Bank Saderat Iran, dan Bank Tosee Saderat.

"Investigasi teknis terperinci menunjukkan bahwa gangguan ini disebabkan oleh serangan siber terbatas pada infrastruktur komunikasi bersama keempat bank ini. Untungnya, tidak terjadi akses tidak sah ke informasi pelanggan dan tidak ada informasi yang dihapus," bunyi pernyataan resmi Dewan Koordinasi Perbankan Iran pada Minggu (14/6/2026), seperti dikutip Anadolu Agency

1. Dewan Koordinasi Perbankan Iran langsung ambil langkah pencegahan

Langkah pencegahan.
ilustrasi langkah pencegahan (pexels.com/Markus Winkler)

Hingga saat ini, belum diketahui siapa dalang di balik serangan siber tadi. Namun, Dewan Koordinasi Perbankan Iran mengatakan pihaknya sudah mengambil langkah pencegahan. Langkah ini bertujuan untuk menjaga data-data nasabah, khususnya data keuangan, agar tidak diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab. Sebab, serangan siber terhadap bank umumnya bertujuan untuk mencuri data perbankan milik nasabah. 

“Tim teknis segera menerapkan langkah-langkah pencegahan dan perlindungan yang diperlukan untuk melindungi data pelanggan dan infrastruktur perbankan negara setelah mengidentifikasi tanda-tanda yang tidak biasa," lanjut pernyataan Dewan Koordinasi Perbankan Iran.

2. Iran sering menerima serangan siber sejak perang dengan AS-Israel

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (pixabay.com/Chickenonline)

Sejak berperang dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu, Iran memang kerap menerima serangan siber. Serangan itu diduga berasal dari AS dan Israel. Serangan itu bertujuan untuk mencuri data-data resmi milik Pemerintah atau warga Iran.

Di sisi lain, Iran sebetulnya juga kerap melakukan serangan siber ke AS. Pada Kamis (11/6/2026) lalu, misalnya, sejumlah peretas Iran melakukan serangan siber ke fasilitas air digital yang ada di California. Serangan itu membuat akses air di negara bagian tersebut sempat terganggu. 

3. Serangan siber terjadi di tengah eskalasi konflik AS dan Iran

Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Serangan siber terhadap empat bank Iran tadi terjadi di tengah eskalasi konflik antara AS dan Iran. Sebab, dalam beberapa hari terakhir, Washington dan Teheran terlibat aksi saling serang. Padahal, gencatan senjata dan negosiasi perdamaian kedua negara masih berlangsung. 

Presiden AS, Donald Trump, merasa optimistis bahwa negosiasi dengan Iran akan segera berbuah kesepakatan damai. Sebab, ia mengklaim Iran sudah menyetujui semua syarat perdamaian yang diberikan AS. Namun, klaim itu dibantah oleh Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More