Jakarta, IDN Times - Jakarta Feminist melaporkan pada 2024 ada sekitar 204 kasus femisida yang tercatat dari berbagai pemberitaan di media masa. Total ada 209 korban perempuan dan 239 pelaku yang teridentifikasi.
Syifana Ayu Maulida dari Jakarta Feminist menjelaskan pada 2024, tim menemukan 165 kasus dengan korban cis-puan, 7 kasus dengan korban transpuan, 13 kasus pembunuhan anak perempuan, 14 kasus pembunuhan bermotif kejahatan, dan lima kasus pembunuhan relasional agresif.
"Yang paling tinggi itu 42 persen kasus yang kami temukan itu berasal dari pulau Jawa karena konteksnya dengan populasi perempuan itu di Pulau Jawa," kata dia dalam Agenda Peluncuran Laporan Femisida 2024 oleh Jakarta Feminist, di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (30/6/2025).
Jumlah kasus terbanyak terjadi di Jawa Barat (32 kasus), Jawa Tengah (24 kasus), dan Jawa Timur (20 kasus). Terdapat lima provinsi yang tidak temukan pemberitaan femisida, di antaranya adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Papua Barat dan Sulawesi Barat.