Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jakarta Perkuat KJP, KJMU, Pemutihan Ijazah, dan Sekolah Swasta Gratis
Gubernur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Pramono Anung menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I Tahun 2026. (dok. Pemprov DKI Jakarta)
  • Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan Rp1,62 triliun untuk KJP Plus tahap I 2026 bagi 707.477 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan guna memperluas akses belajar yang merata.
  • Sebanyak 15.825 mahasiswa menerima bantuan KJMU tahap I 2026 senilai Rp142,425 miliar, mencakup jenjang S1 hingga S3 untuk mendukung pendidikan tinggi warga Jakarta.
  • Program pemutihan ijazah dan sekolah swasta gratis dijalankan Pemprov DKI bersama Baznas dengan anggaran hampir Rp4 miliar serta mencakup 103 sekolah di lima wilayah kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat program bantuan pendidikan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, dan sekolah swasta gratis untuk memperluas akses pendidikan bagi warga.
  • Who?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gubernur Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano, serta Kepala Dinas Pendidikan Nahdiana bersama Baznas (Bazis) DKI Jakarta dan para penerima manfaat program.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di wilayah Provinsi DKI Jakarta, termasuk Balai Kota Jakarta dan berbagai sekolah negeri maupun swasta di lima kota administrasi.
  • When?
    Program dijalankan pada tahap pertama tahun 2026, dengan penyaluran KJP dimulai 5 Maret 2026 dan pencairan KJMU diumumkan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Senin 4 Mei 2026.
  • Why?
    Kebijakan ini bertujuan meningkatkan pemerataan akses pendidikan, membantu peserta didik kurang mampu, serta mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di ibu kota.
  • How?
    Pemprov DKI mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk bantuan langsung pendidikan, melakukan verifikasi data penerima, bekerja sama dengan Baznas untuk pemutihan ijazah, serta menanggung biaya operasional sekolah swasta terpilih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Akses pendidikan yang setara dan inklusif menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperluas kesempatan belajar bagi warganya, tidak hanya siswa sekolah dasar dan menengah, tetapi juga mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan tinggi. 

Melalui berbagai kebijakan dan bantuan pendidikan, Pemprov DKI Jakarta berupaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Lantas, program apa saja yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung lahirnya SDM unggul? Cek selengkapnya di poin-poin berikut.

1. Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus

ilustrasi program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I Tahun 2026. (dok. Pemprov DKI Jakarta)

Penerima bantuan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus berasal dari jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB). Total penerimanya mencapai 707.477 peserta didik di wilayah DKI Jakarta. Pemprov DKI telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,62 triliun untuk KJP Plus tahap I 2026. Penyalurannya dilaksanakan secara bertahap mulai 5 Maret 2026.

“Melalui program KJP Plus, Pemprov DKI Jakarta berharap para peserta didik terus bersemangat belajar, meningkatkan prestasi, serta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana di Jakarta, pada Jumat (6/2).

Guna memastikan subsidi pendidikan ini tepat sasaran, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta rutin melangsungkan verifikasi serta pemutakhiran data para penerima.

2. Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU)

ilustrasi kartu KJMU (dok. Pemprov DKI Jakarta)

Di tingkat pendidikan tinggi, warga Jakarta dapat mengakses Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Gubernur Pramono Anung menegaskan program ini tidak hanya untuk jenjang S1, melainkan juga S2 dan S3. Pemprov DKI telah mencairkan KJMU tahap I 2026 kepada 15.825 mahasiswa dengan total anggaran Rp142,425 miliar. 

“Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di DKI Jakarta terasa istimewa karena ada sejumlah kebijakan yang menindaklanjuti penguatan akses pendidikan,” ujar Pramono usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di halaman Balai Kota Jakarta, pada Senin (4/5).

Fahmi (21), salah satu mahasiswa penerima KJMU asal Jakarta Selatan mengaku sangat terbantu dengan bantuan pendidikan yang ia terima. Ia berharap program ini terus diperluas agar semakin banyak warga Jakarta yang meraih gelar sarjana.

"Pencairan KJMU kali ini beneran jadi angin segar buat kami para mahasiswa yang kurang mampu. Kuliah di Jakarta itu biayanya gak murah, jadi bantuan ini sangat berdampak buat saya secara pribadi,” ucapnya.

3. Program sekolah swasta gratis hingga pemutihan ijazah

Momen upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Balai Kota Jakarta, pada Senin (4/5). (dok. Pemprov DKI Jakarta)

Pemprov DKI juga menghadirkan program pemutihan ijazah yang bekerja sama dengan Baznas (Bazis) DKI Jakarta. Pada tahap pertama 2026, sebanyak 2.026 ijazah diserahkan kepada peserta didik dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Total anggarannya mencapai hampir Rp4 miliar.

“Bagi banyak orang, selembar ijazah bukan sekadar kertas. Ia adalah kunci untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, mengangkat keluarga, dan menatap masa depan dengan kepala tegak,” ujar Wagub Rano pada keterangannya.

Pemprov DKI juga memperluas akses pendidikan melalui program sekolah swasta gratis yang menyasar 103 sekolah swasta dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB di lima wilayah kota administrasi.

“Pemprov DKI berkomitmen menggratiskan 103 sekolah swasta di Jakarta. KJP, KJMU, pemutihan ijazah, hingga perbaikan infrastruktur sekolah menjadi prioritas. Dengan ini, saya yakin Jakarta bisa menjadi role model pendidikan di Indonesia,” tutur Wagub Rano. (WEB)

Editorial Team

Related Article